Haluannews Ekonomi – Direktur Utama PT Trident Pro Futures, Maruli Tua Sinambela, memancarkan optimisme terhadap prospek cerah pasar bursa berjangka di tengah gejolak ekonomi global. Ia bahkan memprediksi pertumbuhan signifikan, terutama saat menghadapi dinamika volatilitas yang diperkirakan akan mewarnai tahun 2026, dengan Gen Z sebagai salah satu motor penggerak utama.

Related Post
Menurut Maruli, kondisi volatilitas pasar global yang dipicu oleh perang dagang dan ketegangan geopolitik justru menjadi katalisator bagi transaksi di bursa berjangka. Para investor, khususnya yang jeli, dapat memanfaatkan fluktuasi harga komoditas untuk meraih keuntungan. Dengan kemampuan memposisikan diri sebagai pembeli atau penjual, mereka berpeluang meraup cuan dari selisih harga yang diperdagangkan. Sektor emas, misalnya, disebutnya sebagai salah satu komoditas primadona yang terus mendongkrak volume transaksi, seiring dengan tren kenaikan harga di pasar global yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Maruli menyoroti fenomena menarik terkait peningkatan minat investasi di bursa berjangka dari kalangan investor muda, khususnya Generasi Z. Tren ini, menurutnya, membuka peluang besar bagi pengembangan pasar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran perusahaan pialang berjangka dalam mengintensifkan program literasi dan edukasi. Upaya ini krusial untuk membekali Gen Z dengan pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme pasar, manajemen risiko, serta potensi keuntungan yang realistis, sehingga minat mereka dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Pandangan optimis ini disampaikan Maruli Tua Sinambela dalam sebuah dialog eksklusif di program Power Lunch Haluannews.id baru-baru ini, di mana ia memaparkan strategi dan prospek pasar berjangka ke depan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar