Tuan Tanah Jakarta Bagi-Bagi Rezeki, Kok Bisa?

Tuan Tanah Jakarta Bagi-Bagi Rezeki, Kok Bisa?

Haluannews Ekonomi – Di tengah ketimpangan ekonomi yang kerap terjadi, kisah inspiratif datang dari masa lalu Jakarta. Cornelis Chastelein, seorang tuan tanah kaya raya di era 1700-an, memilih jalan berbeda dengan membagikan tanahnya secara cuma-cuma kepada masyarakat. Tindakan ini menjadi oase di tengah gurun individualisme dan keserakahan, memberikan contoh nyata bahwa kekayaan bisa menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

COLLABMEDIANET

Chastelein, yang menghabiskan 20 tahun bekerja di VOC, berhasil mengumpulkan kekayaan yang signifikan melalui gaji dan investasi cerdas di bidang properti. Alih-alih menikmati hidup mewah seorang diri, ia justru membeli tanah di sekitar Batavia (Jakarta) dan mempekerjakannya untuk perkebunan yang menghasilkan komoditas bernilai tinggi seperti tebu, lada, pala, dan kopi.

Tuan Tanah Jakarta Bagi-Bagi Rezeki, Kok Bisa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Setelah pensiun, Chastelein membebaskan 150 budaknya dan memberikan mereka tanah garapan. Ia ingin memastikan bahwa mereka dapat hidup mandiri dan sejahtera. Tindakan ini tidak hanya mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi, tetapi juga visi jauh ke depan tentang pembangunan masyarakat yang inklusif.

Wasiat Chastelein pada tahun 1714 menegaskan komitmennya untuk berbagi kekayaan. Ia mewariskan tanahnya kepada mantan budaknya dengan tujuan agar mereka dapat mengelola dan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama. Langkah ini menjadi cikal bakal pembentukan Kota Depok modern dan melahirkan komunitas "Belanda Depok".

Kisah Cornelis Chastelein adalah pengingat bahwa kekayaan sejati tidak hanya diukur dari jumlah aset yang dimiliki, tetapi juga dari dampak positif yang diberikan kepada orang lain. Semoga kisah ini dapat menginspirasi para pemilik modal saat ini untuk meneladani jejak Chastelein dan berkontribusi lebih banyak bagi kemajuan bangsa.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar