Haluannews Ekonomi – Keluarga konglomerat Prajogo Pangestu kembali menjadi sorotan pasar modal setelah entitas yang terafiliasi, Green Era Energy Pte Ltd, melepas kepemilikan sahamnya di PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) senilai fantastis Rp1,58 triliun. Langkah divestasi ini terjadi tak lama setelah BREN masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholder Concentration/HSC) oleh bursa.

Related Post
Transaksi jumbo ini melibatkan pelepasan 350 juta lembar saham BREN di pasar. Berdasarkan informasi keterbukaan yang diterima Haluannews.id, aksi korporasi tersebut dieksekusi pada tanggal 6 April 2026 dengan harga pelaksanaan Rp4.510 per saham. "Tujuan utama dari transaksi ini adalah untuk meningkatkan porsi free float saham serta memperdalam likuiditas perdagangan di pasar," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Green Era Energy Pte Ltd, yang diketahui merupakan perusahaan milik Nancy Pangestu, putri dari Prajogo Pangestu, telah beberapa kali melakukan divestasi saham BREN sejak awal tahun ini. Sebelum transaksi terbaru ini, Green Era menguasai 30,67 miliar saham atau setara 22,9271% dari total saham beredar BREN. Pasca-pelepasan, kepemilikan mereka berkurang menjadi 30,32 miliar saham.
Latar belakang divestasi ini tak lepas dari status BREN sebagai salah satu emiten yang masuk dalam daftar HSC. Daftar ini, yang disusun oleh bursa, mengidentifikasi saham-saham yang mayoritas kepemilikannya terkonsentrasi pada segelintir pihak atau investor "itu-itu saja", bukan tersebar luas di kalangan banyak investor publik. Data HSC berfungsi sebagai sinyal peringatan dini (early warning) bagi investor, membantu mereka dalam pengambilan keputusan investasi tanpa mengintervensi mekanisme pasar.
Metodologi penentuan HSC mencakup kepemilikan saham dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat, dengan posisi data per 31 Maret 2026. Berdasarkan publikasi data tersebut, terdapat sembilan emiten yang memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi di atas 95%. Posisi teratas diduduki oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) dengan 99,85%, diikuti oleh PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) sebesar 99,77%, dan PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) dengan 98,35%.
BREN sendiri menempati posisi kelima dalam daftar ini, dengan tingkat konsentrasi kepemilikan mencapai 97,31%. Emiten lain yang juga masuk kategori ini antara lain PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) sebesar 97,75%, serta PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO), yang semuanya menunjukkan tingkat kepemilikan di atas 95%. Langkah keluarga Prajogo ini dapat diinterpretasikan sebagai upaya strategis untuk memenuhi regulasi bursa dan meningkatkan daya tarik saham BREN di mata investor institusional maupun ritel.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar