Haluannews Ekonomi – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara resmi telah mengukuhkan Fauzi Ichsan sebagai Anggota Dewan Pengawas Profesional di Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA). Penunjukan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat tata kelola dan kredibilitas dana abadi negara Indonesia.

Related Post
Pelantikan yang berlangsung pada 1 April 2026 tersebut, menurut Purbaya, merupakan manifestasi nyata dari komitmen pemerintah untuk menjaga integritas dan profesionalisme INA sebagai sovereign wealth fund. Acara penting ini turut disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi dari lingkungan Kementerian Keuangan dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BPBUMN), menunjukkan keseriusan pemerintah terhadap masa depan investasi nasional.

Dalam keterangannya yang dikutip Haluannews.id pada Kamis (2/4/2026), Purbaya menegaskan urgensi peran Dewan Pengawas. "Investasi adalah instrumen krusial bagi pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, peranan Dewan Pengawas menjadi sangat vital untuk mewujudkan tata kelola investasi yang bijaksana (prudent) dan dapat dipercaya (kredibel)," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan yang ketat dan profesional dalam setiap keputusan investasi INA.
Purbaya juga menyampaikan harapannya agar INA dapat membangun sinergi yang kuat sebagai co-partner bersama Danantara. Kolaborasi ini diharapkan saling melengkapi dalam upaya menarik investasi, membangun portofolio aset yang solid, memperkuat pembiayaan sektor-sektor prioritas, serta mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita.
Lebih lanjut, Purbaya mengajak seluruh anggota Dewan Pengawas untuk memastikan bahwa arah strategis INA senantiasa selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya membuka peluang investasi yang progresif, namun tetap berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian. "Melalui pelantikan ini, anggota dewan pengawas yang baru diharapkan dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kinerja dan profesionalisme, menjaga integritas, serta semakin memperkuat pengawasan dan tata kelola INA di masa mendatang," pungkas Purbaya.
Fauzi Ichsan sendiri bukanlah sosok baru di kancah keuangan nasional. Rekam jejaknya sebagai profesional di sektor ini sangat mumpuni. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dari tahun 2015 hingga 2020, serta menduduki posisi strategis sebagai Komisaris Utama Indonesia Financial Group (IFG) pada periode 2020-2026. Pengalaman luas ini diharapkan mampu membawa INA menuju capaian yang lebih tinggi dalam mengelola investasi negara.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar