THR Melimpah? BI Peringatkan 5 Kesalahan Fatal Jaga Rupiah!

THR Melimpah? BI Peringatkan 5 Kesalahan Fatal Jaga Rupiah!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Seiring dengan momentum pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang dinanti-nantikan, Bank Indonesia (BI) kembali melayangkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat Indonesia. Imbauan ini berpusat pada gerakan ‘5 Jangan’ yang bertujuan untuk menjaga integritas dan kehormatan uang rupiah sebagai mata uang nasional.

COLLABMEDIANET

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (17/3/2026), secara lugas menyampaikan pesan tersebut. "Bagi masyarakat yang telah menerima THR dan melakukan penukaran uang, kami mengimbau untuk senantiasa mengingat 5 jangan: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi," tegas Ricky. Penerapan prinsip ‘5J’ ini, menurutnya, bukan sekadar kebiasaan baik, melainkan wujud nyata partisipasi publik dalam merawat rupiah sebagai simbol kedaulatan dan kebanggaan bangsa Indonesia.

THR Melimpah? BI Peringatkan 5 Kesalahan Fatal Jaga Rupiah!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Haluannews.id mencatat, dalam kesempatan tersebut, Ricky juga memaparkan kesiapan BI dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang kartal. Untuk tahun ini, BI mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp185,6 triliun yang didistribusikan untuk penukaran melalui perbankan serta layanan penukaran langsung kepada masyarakat. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 15% dibandingkan alokasi tahun sebelumnya. "Kenaikan ini didasari oleh proyeksi ekonomi yang positif, sehingga kebutuhan masyarakat akan uang tunai diperkirakan meningkat. Kami juga memperluas paket penukaran langsung agar jangkauan layanan kepada masyarakat semakin luas," jelas Ricky.

Antusiasme masyarakat terhadap program penukaran uang ini terbukti sangat tinggi. Ricky mengungkapkan bahwa realisasi penukaran telah mencapai 91% dari total alokasi yang disiapkan, bahkan melampaui capaian pada periode yang sama tahun lalu. Data ini mengindikasikan respons positif dan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki uang tunai yang layak edar, terutama menjelang perayaan hari besar. Dengan menjaga kondisi rupiah tetap prima, setiap individu turut berkontribusi dalam menjaga martabat ekonomi bangsa.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar