Haluannews Ekonomi – Bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri secara konsisten menjadi pendorong signifikan bagi perekonomian nasional. Momen ini ditandai dengan lonjakan aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, mulai dari persiapan ibadah puasa hingga gelombang mudik Lebaran yang melibatkan lebih dari 100 juta jiwa, menciptakan perputaran ekonomi yang masif.

Related Post
Salah satu sektor yang paling merasakan dampak positif dari dinamika ini adalah industri otomotif. Permintaan akan kendaraan, baik baru maupun bekas, melonjak drastis menjelang Lebaran, seiring kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang nyaman untuk perjalanan mudik dan aktivitas lainnya.

Menariknya, di tengah perlambatan penjualan mobil secara keseluruhan, segmen kendaraan listrik (EV) justru menunjukkan performa luar biasa. Data menunjukkan pertumbuhan hingga 141% pada tahun 2025. Fenomena ini mengindikasikan pergeseran preferensi konsumen yang signifikan, bahkan saat pasar otomotif konvensional mengalami tekanan.
Susi Setiawati, seorang Equity Analyst dari Haluannews.id, menyoroti bahwa efisiensi operasional mobil listrik, ditambah dengan dukungan insentif dari pemerintah, menjadi daya tarik utama. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, penghematan biaya operasional kendaraan ini bukan hanya sekadar pengeluaran, melainkan dapat dipandang sebagai peluang investasi yang cerdas bagi masyarakat.
Lalu, bagaimana sebenarnya potensi keuntungan dari sektor otomotif di bulan Ramadan ini? Dan strategi apa yang bisa diterapkan untuk mengoptimalkan Tunjangan Hari Raya (THR) agar menghasilkan cuan di pasar saham? Pembahasan mendalam mengenai hal ini dapat disimak dalam program Takjil On Wheel AutoBizz Haluannews.id, bersama Bramudya Prabowo dan Equity Analyst Haluannews.id, Susi Setiawati, yang tayang pada Selasa, 24 Februari 2026.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar