Haluannews Ekonomi – Jakarta – Lanskap pasar keuangan Indonesia memasuki babak baru yang penuh dinamika, menuntut para investor untuk semakin adaptif dan cermat. Kombinasi tantangan global, arah kebijakan ekonomi domestik, serta transformasi struktural industri keuangan yang kian kompleks, menjadi faktor penentu yang wajib dipahami. Pergeseran fundamental pasar dan fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggarisbawahi urgensi bagi investor untuk memiliki pemahaman yang tajam, berbasis data, dan relevan dengan konteks ekonomi nasional. Menyadari hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merancang serangkaian program strategis untuk memperkuat fondasi pasar modal hingga tahun 2026.

Related Post
Fokus utama OJK adalah peningkatan kualitas perusahaan tercatat (emiten). Ini akan diwujudkan melalui penyempurnaan kebijakan free float, termasuk implementasi continuous free float, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan transparansi. Selain itu, OJK juga akan memperketat pengawasan melalui penguatan kebijakan ultimate beneficial owner (UBO) serta merumuskan exit policy yang lebih transparan dan terukur, demi menjaga integritas pasar.

Strategi kedua OJK adalah memperluas basis investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, untuk mendongkrak kapitalisasi pasar. Seiring dengan itu, perlindungan investor ritel tetap menjadi prioritas utama. OJK akan memperkuat market conduct dan meningkatkan pengawasan terhadap fenomena financial influencer (finfluencer) yang semakin signifikan dalam membentuk sentimen dan persepsi pasar, guna mencegah praktik yang merugikan investor.
Guna mengupas tuntas kondisi dan proyeksi pasar modal nasional, Haluannews.id akan menyelenggarakan "Market Outlook 2026" dengan mengusung tema "Capital Market Reform: Integrity and Credibility". Forum strategis ini dijadwalkan pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 09.00-12.10 WIB, bertempat di Main Hall Bursa Efek Indonesia.
"Market Outlook 2026" yang digagas Haluannews.id ini dirancang sebagai platform krusial untuk menganalisis arah pasar dan mengidentifikasi peluang pertumbuhan baru. Acara ini akan mempertemukan para regulator, pengambil kebijakan, serta pelaku kunci industri investasi, untuk berbagi perspektif mendalam.
Deretan pembicara yang akan hadir merupakan figur-figur terkemuka di sektor keuangan, antara lain Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, PJS Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, dan Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat. Turut memeriahkan diskusi adalah Ketua APEI (Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia) Prama Nugraha, Ketua AMII (Asosiasi Manajer Investasi Indonesia) sekaligus Ketua Presidium Dewan APRDI (Asosiasi Pelaku Reksa Dana Investasi Indonesia) Lolita Liliana, Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana Nugraha, serta Ketua Umum DAI (Dewan Asuransi Indonesia) Yulius Bhayangkara.
Melalui sesi paparan dan diskusi interaktif yang mendalam, "Market Outlook 2026" Haluannews.id diharapkan dapat menjadi kompas bagi investor dalam merumuskan strategi investasi mereka di tahun 2026. Lebih dari itu, acara ini juga berfungsi sebagai platform kredibel bagi brand investasi untuk memperkuat posisi dan membangun kepercayaan publik terhadap beragam produk investasi yang ditawarkan.
Untuk informasi terkini seputar perkembangan ekonomi dan bisnis, pantau terus Haluannews.id dan kanal berita terkait.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar