Haluannews Ekonomi – PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), atau yang lebih dikenal sebagai PaninBank, berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,87 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tipis 0,13% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2,86 triliun. Informasi ini disampaikan oleh Haluannews.id.

Related Post
Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo, menjelaskan bahwa kinerja laba yang positif ini terutama ditopang oleh peningkatan signifikan pada pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Sektor ini melonjak 3,47% yoy, mencapai Rp2,30 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari keuntungan transaksi surat berharga. Selain itu, pendapatan bunga bersih juga menunjukkan kenaikan moderat sebesar 0,19% yoy, mencapai Rp8,95 triliun, turut menyumbang pada stabilitas pendapatan bank.

Meskipun demikian, fungsi intermediasi perbankan, khususnya penyaluran kredit, sedikit mengalami kontraksi. Total kredit yang diberikan mencatat penurunan 2,56% menjadi Rp145,08 triliun. Menariknya, penurunan ini sejalan dengan perbaikan kualitas aset yang signifikan. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross berhasil ditekan menjadi 2,82% dari sebelumnya 3,05%, sementara NPL net berada pada level 1,04%. Perbaikan ini mengindikasikan manajemen risiko kredit yang lebih efektif dan portofolio pinjaman yang lebih sehat.
Dari sisi pendanaan, PaninBank berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 2,98% yoy, mencapai Rp156,92 triliun. Penguatan ini menunjukkan kepercayaan nasabah yang terjaga. Di sisi permodalan, total modal bank meningkat 5,07% menjadi Rp54,98 triliun, yang berdampak pada peningkatan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) menjadi 37,49%. Angka CAR yang tinggi ini menegaskan posisi permodalan PaninBank yang sangat kuat dan resilient terhadap potensi gejolak ekonomi.
Pada tahun 2025, PaninBank juga aktif dalam memperkuat struktur pendanaan jangka panjangnya melalui penerbitan obligasi. Bank ini sukses menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin Tahap III Tahun 2025 dengan total nilai Rp3,2 triliun. Dengan penerbitan ini, akumulasi obligasi yang telah diterbitkan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan IV Tahap I, Tahap II, dan Tahap III secara keseluruhan telah mencapai Rp7,21 triliun, memberikan landasan pendanaan yang solid untuk ekspansi di masa mendatang.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar