Haluannews Ekonomi – Emiten pengolahan udang beku PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. (PMMP), yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep, mengambil langkah drastis dengan mengumumkan penjualan aset anak usahanya senilai Rp135 miliar atau setara US$7,94 juta. Keputusan ini diambil di tengah upaya restrukturisasi utang yang intensif dan penyesuaian operasional perusahaan, mencerminkan tekanan finansial yang dihadapi perseroan.

Related Post
Aset yang dilepas meliputi tanah seluas 66.835 meter persegi beserta bangunan, mesin, dan sarana produksi yang berlokasi strategis di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Nilai transaksi ini, menurut data perseroan, setara dengan 15,42% dari ekuitas negatif perusahaan yang tercatat sebesar negatif US$51,5 juta. Aset-aset ini, yang dikenal sebagai TMM 1, TMM 2, dan TMM 4, merupakan jaminan atas pinjaman bank dari BCA.

Manajemen PMMP menjelaskan kepada Haluannews.id bahwa penjualan aset ini merupakan bagian integral dari strategi efisiensi operasional yang lebih luas. Sebelumnya, perseroan telah mengimplementasikan serangkaian kebijakan, termasuk rasionalisasi jumlah karyawan, penonaktifan beberapa fasilitas pabrik yang tidak terpakai, serta restrukturisasi utang guna meringankan beban bunga dan memperoleh kelonggaran waktu pembayaran. Penurunan signifikan permintaan dari pasar Amerika Serikat sejak awal tahun 2024 menjadi pemicu utama penyesuaian kapasitas produksi.
Untuk mengatasi tantangan ini, PMMP memusatkan produksi pada fasilitas yang memiliki kapasitas terbesar dan mampu memproduksi seluruh jenis produk. Dari total sembilan fasilitas produksi (dua di Tarakan, tujuh di Situbondo), empat di Situbondo dimiliki oleh anak perusahaan. Sejak awal 2025, beberapa fasilitas produksi yang tidak terpakai mulai dinonaktifkan untuk menekan biaya operasional seperti listrik dan pemeliharaan. Dalam proses restrukturisasi utang, salah satu debitur bank anak perusahaan secara spesifik meminta penjualan sebagian aset yang menjadi jaminan. Setelah melalui diskusi intensif, perseroan memutuskan untuk melepas aset tersebut dengan pertimbangan strategis untuk menurunkan biaya bunga dan melunasi sebagian pokok pinjaman.
Langkah ini juga tidak terlepas dari sorotan terhadap kondisi keuangan PMMP sebelumnya. Pada laporan keuangan awal tahun, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. (PMMP) sempat menjadi perhatian setelah auditor independen memberikan opini ‘tidak menyatakan pendapat’ atau Disclaimer of Opinion. Opini tersebut mengindikasikan bahwa auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk mendasari opini atas laporan keuangan perseroan, sebuah sinyal yang kerap diinterpretasikan sebagai tantangan serius terhadap transparansi dan kesehatan finansial.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar