Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuat gebrakan signifikan di sektor properti dan pariwisata religi dengan mengumumkan akuisisi satu unit hotel berkapasitas masif, mencakup total 4.641 kamar, serta lahan strategis seluas lima hektare. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari fase awal pengembangan ambisius Proyek Kampung Haji yang berlokasi di Arab Saudi.

Related Post
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pembelian hotel dan lahan tersebut menjadi fondasi utama bagi Proyek Kampung Haji. Di atas lahan seluas lima hektare yang telah diakuisisi, rencananya akan dibangun 13 menara (tower) yang saat ini masih dalam tahap perhitungan arus kas (inflow) pembangunan. "Yang kita lakukan adalah pembelian satu hotel, terdiri dari 4.641 kamar, sudah disaksikan langsung, lalu lahan total 5 hektar yang akan dibangun 13 tower," terang Rosan dalam konferensi pers Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026, seperti dilansir Haluannews.id.

Rosan lebih lanjut memaparkan bahwa tahap pertama proyek ini telah berhasil diselesaikan dengan rampungnya pembangunan terowongan. Selanjutnya, tahap kedua akan memasuki proses pengembangan lanjutan yang akan berjalan seiring dengan konstruksi menara-menara tersebut.
Lokasi proyek ini, menurut Rosan, memiliki nilai strategis yang tak terbantahkan. Berjarak hanya sekitar 600 meter dari Masjidil Haram, kedekatan ini diharapkan dapat mendukung penuh konsep Kampung Haji sebagai kawasan terintegrasi yang nyaman dan efisien bagi para jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Investasi ini menunjukkan komitmen Danantara dalam menyediakan fasilitas premium untuk mendukung ibadah di Tanah Suci.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar