Haluannews Ekonomi – Jakarta – Panggung regulator keuangan nasional diguncang kabar mengejutkan pada Jumat (30/1/2026) ini. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, bersama Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK), secara resmi mengumumkan pengunduran diri mereka.

Related Post
Mahendra Siregar, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa langkah pengunduran diri ini merupakan wujud tanggung jawab moral. Tujuannya adalah untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang esensial bagi sektor jasa keuangan. Pernyataan ini memberikan sinyal adanya kebutuhan akan restrukturisasi atau perbaikan di tubuh lembaga tersebut, meskipun detailnya tidak diungkapkan secara spesifik.

Kendati demikian, OJK melalui pernyataan resminya, memastikan bahwa proses pengunduran diri ini tidak akan sedikit pun mengganggu pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK. Lembaga ini berkomitmen untuk tetap optimal dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di seluruh penjuru negeri.
Mahendra Siregar sendiri tercatat baru menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK selama sekitar 3,5 tahun, terhitung sejak pelantikannya di Mahkamah Agung pada 20 Juli 2022. Durasi kepemimpinan yang relatif singkat ini menambah spekulasi di kalangan pengamat ekonomi dan pasar.
Sosok Mahendra Siregar memang bukan nama baru di kancah birokrasi dan ekonomi Indonesia. Jejak rekamnya dipenuhi dengan berbagai posisi strategis yang telah ia emban sebelum memimpin OJK.
Sebelumnya, pria lulusan Universitas Indonesia dan Monash University ini pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI, sebuah posisi yang diembannya sejak 25 Oktober 2019. Bahkan, pada April 2019, ia dipercaya sebagai Duta Besar RI ke-19 untuk Amerika Serikat, menyerahkan surat kepercayaan langsung kepada Presiden AS kala itu. Pengalamannya di kancah diplomasi internasional menunjukkan kapasitasnya dalam negosiasi dan hubungan antarnegara.
Tak hanya itu, Mahendra juga pernah memimpin Dewan Negara-negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC) sebagai Direktur Eksekutif, mengawal kepentingan industri sawit global. Di sektor investasi, ia pernah menduduki kursi Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menjadi motor penggerak investasi di Indonesia.
Portofolionya semakin lengkap dengan pengalaman di Kementerian Keuangan sebagai Wakil Menteri Keuangan, dan di Kementerian Perdagangan sebagai Wakil Menteri Perdagangan. Ia juga pernah memimpin Indonesia Exim Bank sebagai Ketua dan CEO, serta menjabat Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, posisi yang krusial dalam perumusan kebijakan ekonomi makro.
Di luar pemerintahan, Mahendra juga aktif sebagai anggota dewan komisaris di berbagai perusahaan swasta yang bergerak di sektor jasa keuangan, pertambangan, manufaktur, teknologi, barang konsumen, hingga infrastruktur. Pengalaman lintas sektor ini memberinya perspektif holistik terhadap dinamika ekonomi dan bisnis.
Dengan rekam jejak yang begitu panjang dan beragam, pengunduran diri Mahendra Siregar dari pucuk pimpinan OJK menjadi sorotan utama. Langkah ini diperkirakan akan memicu diskusi intensif mengenai arah kebijakan OJK ke depan serta potensi kandidat pengganti yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di lembaga pengawas sektor keuangan ini. Haluannews.id akan terus memantau perkembangan selanjutnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar