Terungkap! 5 CEO Bergaji Paling Gila, Elon Musk Kalah Telak!

Terungkap! 5 CEO Bergaji Paling Gila, Elon Musk Kalah Telak!

Haluannews Ekonomi – Persepsi publik seringkali mengasosiasikan nama-nama besar seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, atau Warren Buffett sebagai CEO dengan paket remunerasi tertinggi di jagat korporasi global. Namun, sebuah studi terbaru dari Equilar 100 tahun 2024, yang merangkum kompensasi terbesar di perusahaan-perusahaan tercatat di bursa Amerika Serikat, justru mengguncang asumsi tersebut. Mengejutkan, ketiga tokoh ikonik tersebut bahkan tidak masuk dalam daftar 20 besar CEO berpenghasilan tertinggi.

COLLABMEDIANET

Studi tahunan yang dirilis Equilar ini menyoroti tren menarik dalam dunia kompensasi eksekutif. Median gaji CEO pada tahun 2024 tercatat melonjak signifikan sebesar 9,5%, sebuah angka yang melampaui laju inflasi dan kenaikan upah rata-rata pekerja. Fenomena ini juga diperparah dengan rasio gaji CEO terhadap karyawan yang mencapai 300 banding 1, menggambarkan disparitas pendapatan yang mencolok. Dari 100 CEO dengan gaji tertinggi, hanya enam di antaranya adalah perempuan, dan tidak ada satu pun yang berhasil menembus 20 besar. Lebih lanjut, hanya tiga miliarder yang tercatat dalam jajaran 20 CEO dengan bayaran paling fantastis.

Terungkap! 5 CEO Bergaji Paling Gila, Elon Musk Kalah Telak!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Melansir laporan dari Yahoo Finance, berikut adalah lima CEO dengan gaji paling besar di Amerika Serikat, yang mungkin tidak pernah Anda duga:

5. Tim Cook (Apple)
CEO raksasa teknologi Apple, Tim Cook, menempati posisi kelima dengan total kompensasi mencapai US$74.609.802, atau setara dengan sekitar Rp1,26 triliun. Paket gajinya terdiri dari gaji pokok sebesar US$3 juta, bonus US$12 juta, namun mayoritas pendapatannya berasal dari penghargaan saham senilai US$58 juta. Dengan akumulasi kekayaan ini, estimasi nilai bersih kekayaan Cook kini ditaksir mencapai US$2,4 miliar.

4. Satya Nadella (Microsoft)
Di peringkat keempat, ada Satya Nadella, pemimpin Microsoft, yang membawa pulang total bayaran sebesar US$79.106.183 atau sekitar Rp1,34 triliun. Lonjakan harga saham Microsoft yang sempat menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun secara signifikan berkontribusi pada paket kompensasinya. Nadella mengantongi lebih dari US$71 juta dalam bentuk saham. Estimasi kekayaannya saat ini berkisar US$500 juta.

3. Larry Culp (GE Aerospace)
Posisi ketiga diduduki oleh Larry Culp, CEO GE Aerospace, dengan kompensasi fantastis sebesar US$87.393.876 atau sekitar Rp1,48 triliun. Angka ini lebih dari enam kali lipat pendapatannya pada tahun 2023 dan setara dengan 1.279 kali gaji rata-rata karyawan perusahaannya. Sebagian besar dari paket remunerasi Culp berasal dari bonus retensi saham satu kali dan penghargaan saham lainnya, yang menunjukkan strategi perusahaan dalam mempertahankan talenta kunci.

2. Brian Niccol (Starbucks)
Mengejutkan, CEO Starbucks, Brian Niccol, menduduki peringkat kedua dengan total paket kompensasi mencapai US$95.801.676 atau sekitar Rp1,62 triliun. Meskipun gaji pokoknya "hanya" US$61.538, ia menerima bonus sebesar US$5 juta. Namun, porsi terbesar dari kompensasinya berasal dari opsi saham senilai lebih dari US$90 juta yang ia terima saat bergabung dari Chipotle. Paket ini menjadikan total kompensasinya setara dengan 6.666 kali gaji rata-rata karyawan Starbucks, sebuah angka yang mencengangkan.

1. Jim Anderson (Coherent)
Puncak daftar CEO dengan bayaran tertinggi di Amerika Serikat pada tahun 2024 ditempati oleh Jim Anderson, CEO Coherent, dengan total kompensasi mencapai US$101.497.009 atau sekitar Rp1,72 triliun. Anderson, yang baru bergabung pada Juni lalu, menerima lebih dari US$100 juta dalam bentuk saham, di samping gaji pokok dan bonus tanda tangan. Ini menjadikannya bos dengan bayaran tertinggi, menyoroti bagaimana insentif berbasis saham menjadi pendorong utama dalam kompensasi eksekutif di era modern.

Data ini menyoroti tren yang mencolok dalam kompensasi eksekutif, di mana paket saham dan bonus kinerja mendominasi, seringkali jauh melampaui gaji pokok. Ini juga menunjukkan bahwa nama-nama yang paling sering disebut di media massa belum tentu menjadi yang paling tinggi dalam daftar penerima gaji.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar