Terungkap! 4 Surat Rahasia MSCI Guncang Pasar Modal RI, Ada Apa?

Terungkap! 4 Surat Rahasia MSCI Guncang Pasar Modal RI, Ada Apa?

Haluannews Ekonomi – Penyedia indeks global terkemuka, Morgan Stanley Capital International (MSCI), dilaporkan telah melayangkan empat surat penting kepada pemerintah Indonesia. Kabar ini mencuat di tengah periode krusial bagi pasar modal domestik, menyusul keputusan MSCI untuk membekukan penyesuaian indeks saham Indonesia yang sempat memicu gejolak signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa waktu lalu. Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, dalam sebuah forum diskusi.

COLLABMEDIANET

Hashim Djojohadikusumo, saat berbicara di ASEAN Climate Forum di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026), menyoroti bahwa salah satu persoalan utama yang disinggung dalam surat-surat tersebut adalah minimnya transparansi di pasar modal Indonesia. Menurutnya, kondisi pasar yang dinilai kurang terbuka dan cenderung tertutup ini menjadi pemicu kekhawatiran serius di kalangan investor global. "Rupanya Morgan Stanley mengirimkan empat surat kepada pemerintah Indonesia yang mengajukan semua pertanyaan ini," tegas Hashim. Ia menambahkan, keberhasilan pasar sangat bergantung pada kepercayaan dan kredibilitas. Hashim juga menceritakan pengalamannya bertemu delapan investor yang secara spesifik meminta pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar keuangan nasional demi mempertahankan kepercayaan investor.

Terungkap! 4 Surat Rahasia MSCI Guncang Pasar Modal RI, Ada Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menanggapi pernyataan Hashim, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pihaknya baru mendengar informasi mengenai surat-surat MSCI tersebut. Hasan menegaskan bahwa OJK akan segera menelusuri lebih lanjut maksud dan substansi dari surat-surat yang disebut dikirimkan oleh MSCI. "Nanti kami coba telusuri yang beliau maksudkan. Tapi intinya teman-teman tahu sejak 1-2 minggu ini kita sangat intens melakukan tindak lanjut komunikasi dan bahkan menyepakati pola kerja dengan MSCI," jelas Hasan, mengindikasikan upaya proaktif OJK dalam berinteraksi dengan penyedia indeks global tersebut.

Industri pasar modal Indonesia memang baru saja melewati salah satu fase paling menantang dalam sejarah modernnya. Sepanjang pekan terakhir Januari 2026, IHSG mengalami tekanan jual yang luar biasa, tidak hanya mengikis kapitalisasi pasar secara substansial tetapi juga mengguncang keyakinan investor, baik domestik maupun internasional. Ketidakpastian ini berawal dari pengumuman resmi MSCI terkait hasil konsultasi pasar untuk sekuritas Indonesia. Dalam dokumen tersebut, MSCI memutuskan untuk memberlakukan status pembekuan (freeze) sementara terhadap seluruh perubahan indeks untuk pasar Indonesia.

Keputusan MSCI didasari oleh dua temuan krusial yang menjadi sorotan tajam para investor global. Pertama, MSCI mengidentifikasi adanya masalah serius terkait transparansi struktur kepemilikan saham yang dinilai belum memenuhi standar keterbukaan internasional. Kedua, terdapat kekhawatiran mendalam mengenai indikasi "coordinated trading behavior" atau perilaku perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham tertentu. Praktik semacam ini dianggap mendistorsi mekanisme pasar, sehingga harga yang terbentuk tidak lagi mencerminkan valuasi yang wajar dan objektif.

Dampak dari keputusan pembekuan ini sangat signifikan. MSCI secara efektif menutup peluang bagi penambahan emiten baru ke dalam indeks serta membekukan segala bentuk kenaikan bobot (weighting) saham Indonesia. Bagi investor institusi global, terutama pengelola dana pasif yang mengikuti indeks, status ini merupakan sinyal merah yang secara otomatis memicu penyesuaian portofolio, berpotensi menarik keluar investasi dari pasar Indonesia. Situasi ini menuntut respons cepat dan konkret dari pemerintah serta regulator untuk memulihkan kepercayaan dan memastikan integritas pasar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar