Terkuak! Strategi Luhut Dongkrak Bursa, Target Rp 1.179 T!

Terkuak! Strategi Luhut Dongkrak Bursa, Target Rp 1.179 T!

Haluannews Ekonomi – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memproyeksikan potensi investasi di pasar saham Indonesia bisa mencapai angka fantastis, antara US$ 40 miliar hingga US$ 70 miliar. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp 16.845, nilai tersebut setara dengan Rp 673,8 triliun hingga Rp 1.179 triliun. Estimasi optimis ini, yang didasarkan pada perhitungan dari Morgan Stanley, diyakini dapat terwujud setelah reformasi di sektor pasar modal Indonesia berhasil diimplementasikan.

COLLABMEDIANET

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut usai peluncuran situs resmi DEN pada Jumat (13/2/2026). Ia menekankan urgensi untuk segera melaksanakan reformasi guna membenahi pasar modal Tanah Air yang sempat diguncang oleh isu rencana penurunan peringkat MSCI terhadap kelas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari kategori emerging market menjadi frontier market.

Terkuak! Strategi Luhut Dongkrak Bursa, Target Rp 1.179 T!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saya yakin, seperti yang Morgan Stanley sampaikan, modal yang sempat keluar (outflow) akan kembali hingga sembilan kali lipat, diperkirakan mencapai US$ 40-70 miliar," ujar Luhut, sebagaimana dikutip dari Haluannews.id.

Luhut juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi selama dua jam dengan perwakilan Morgan Stanley, membahas secara mendalam terkait indeks MSCI yang sempat memicu gejolak di pasar saham nasional. Menurutnya, Morgan Stanley juga mengakui bahwa praktik "nakal" di pasar modal tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lain seperti India.

Namun, India berhasil membuktikan diri. Dengan reformasi pasar modal yang komprehensif, India sukses menarik investasi hingga US$ 60-70 miliar, mencatatkan pertumbuhan investasi hingga sembilan kali lipat. Kesuksesan India ini menjadi inspirasi bagi Luhut.

"Nah pertanyaannya, kalau India bisa, masa kita tidak bisa? Apa sih bedanya India dengan kita? Banyak orang pintar di republik ini kok," tegas Luhut penuh keyakinan.

Sebagai bagian integral dari agenda reformasi ini, Luhut berencana mengusulkan agar pucuk pimpinan di pasar modal Indonesia, khususnya posisi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang saat ini masih kosong, diisi oleh figur-figur muda.

Usulan strategis ini, menurut Luhut, akan dimatangkan dan segera disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya menyeluruh untuk mereformasi bursa saham Indonesia dan mengembalikan kepercayaan investor.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar