Haluannews Ekonomi – Raksasa tembakau global, Philip Morris International (PMI), terus memperkuat posisinya di Indonesia dengan strategi bisnis transformatif. Tak hanya mengandalkan produk tembakau konvensional, PMI agresif mengembangkan lini produk bebas asap, seperti IQOS, sembari menanamkan investasi jumbo yang mengukuhkan perannya dalam denyut ekonomi Tanah Air.

Related Post
Komitmen tersebut ditegaskan oleh President Of East and Southeast Asia, Pacific and Global Travel Ritel Phillip Morris International, Vassilis Gkatzelis. Ia mengungkapkan bahwa PMI telah menggelontorkan investasi lebih dari US$6,5 miliar, atau setara dengan sekitar Rp100 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.500/US$), di Indonesia. Angka fantastis ini mencerminkan optimisme PMI terhadap Indonesia sebagai destinasi investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Melalui anak usahanya, PT HM Sampoerna Tbk, PMI tak hanya hadir sebagai pemain pasar, melainkan juga pilar penting dalam struktur ketenagakerjaan dan produksi nasional. Saat ini, jejak operasional PMI meliputi lebih dari 90.000 karyawan, baik langsung maupun tidak langsung, yang tersebar di 52 fasilitas produksi di seluruh nusantara.
Lebih dari itu, ekosistem bisnis PMI menjangkau hingga ke hulu dan hilir. Perusahaan ini memberdayakan sekitar 26.000 petani tembakau lokal dan bermitra dengan hingga 4 juta pengecer di berbagai pelosok Indonesia. Produk-produk PMI pun tak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga berhasil menembus pasar global, diekspor ke lebih dari 30 negara, menunjukkan daya saing industri Indonesia di kancah internasional.
Inovasi menjadi salah satu lokomotif utama PMI. Perusahaan ini telah meresmikan pabrik pertama produk alternatif bebas asap di ASEAN, berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Langkah ini menandai komitmen serius PMI dalam mengurangi dampak buruk produk tembakau. Tak berhenti di situ, PMI juga membangun laboratorium riset mutakhir yang melibatkan 200 ilmuwan Indonesia, berdedikasi mengembangkan produk yang berpotensi mengurangi risiko kesehatan.
Peran PMI dalam mendorong inovasi dan kolaborasi bisnis ini menjadi sorotan dalam dialog eksklusif Safrina Nasution dengan Vassilis Gkatzelis di program Manufcture Check, Haluannews.id, pada Jumat (20/02/2026). Kontribusi PMI menegaskan bahwa inovasi dan investasi strategis adalah kunci untuk memperkuat ekosistem industri dan ekonomi Indonesia ke depan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar