Terkuak! Gurita Bisnis Konglomerat Penguasa Mal Jakarta!

Terkuak! Gurita Bisnis Konglomerat Penguasa Mal Jakarta!

Haluannews Ekonomi – Jakarta, sebagai jantung perekonomian dan gaya hidup Indonesia, tak hanya dikenal dengan hiruk pikuknya, tetapi juga gemerlap pusat perbelanjaan modern. Puluhan mal berdiri megah di hampir setiap sudut kota, menjadi magnet bagi aktivitas ekonomi dan sosial. Namun, di balik kemegahan arsitektur dan keramaian pengunjung, siapa saja konglomerat yang menjadi arsitek sekaligus pemilik gurita bisnis properti raksasa ini?

COLLABMEDIANET

Haluannews.id mencatat, ibu kota memiliki sekitar 96 pusat perbelanjaan, mewakili hampir seperempat dari total 400 unit di seluruh Indonesia. Mal-mal ini telah berevolusi jauh melampaui fungsi utamanya sebagai tempat berbelanja. Kini, mereka menjelma menjadi destinasi wisata urban yang menawarkan ekosistem lengkap, mulai dari restoran mewah, bioskop terkini, pusat hiburan keluarga, hingga hotel-hotel berkelas. Konsentrasi mal terbesar berada di Jakarta Selatan dengan 28 unit, diikuti Jakarta Pusat (22), Jakarta Utara (18), Jakarta Barat (16), dan Jakarta Timur (12).

Terkuak! Gurita Bisnis Konglomerat Penguasa Mal Jakarta!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di balik lanskap ritel yang dinamis ini, terdapat deretan nama konglomerat papan atas Tanah Air yang mengendalikan aset-aset properti bernilai fantastis. Berikut adalah para pemain kunci yang membentuk wajah industri mal di Jakarta:

1. Trihatma Kusuma Haliman (Agung Podomoro Group)
Sebagai nakhoda PT Agung Podomoro Land Tbk, Trihatma Kusuma Haliman memiliki portofolio mal yang mengesankan, termasuk Senayan City, Thamrin City, dan Central Park. Central Park, dengan luas mencapai 188.077 m2 dan area pertokoan 125.626 m2, tercatat sebagai mal terbesar di Jakarta berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI). Pada tahun 2022, Agung Podomoro Land melakukan langkah strategis dengan melepas 85% kepemilikan Central Park kepada PT CPM Assets Indonesia, menunjukkan dinamika bisnis properti yang cermat. Sementara itu, Senayan City yang beroperasi sejak 2006, dikenal sebagai mal dengan fasilitas terlengkap di kawasan strategis Tanah Abang, Jakarta Pusat.

2. Sutjipto Nagaria (Summarecon Agung Tbk)
Sutjipto Nagaria, pemimpin Summarecon Agung Tbk, adalah pemilik Summarecon Mall Kelapa Gading. Mal ini menempati posisi kedua terbesar di Jakarta, dengan luas 150.000 m2 dan diperkirakan menampung sekitar 600 tenant. Keberadaan mal ini menegaskan kekuatan ekspansi Summarecon dalam pengembangan kawasan terpadu.

3. Eka Tjandranegara (Grup Mulia)
Grup Mulia, di bawah kepemimpinan Eka Tjandranegara, mengendalikan Mall Taman Anggrek. Berdiri kokoh selama tiga dekade, mal seluas 360.000 m2 ini bukan hanya menawarkan kapasitas parkir yang masif (4.000 kendaraan), tetapi juga pionir arena ice skating di Indonesia. Kehadiran giant LED atau LED Facade sepanjang 353,4 meter dan tinggi 25 meter, yang disebut sebagai "The World Largest LED Illuminated Façade", menambah daya tarik modern mal ini.

4. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono
Duo bersaudara terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, adalah pemilik Grand Indonesia. Mal yang terletak di jantung Jakarta Pusat ini terintegrasi secara strategis dengan kompleks perkantoran Menara BCA, Hotel Indonesia Kempinski, dan Kempinski Private Residences. Dengan luas mencapai 141.472 m2, Grand Indonesia memiliki dua bagian gedung, West Mall dan East Mall, yang terhubung melalui sky bridge, mencerminkan visi pengembangan properti terpadu.

5. Tan Kian (Dua Mutiara Group)
Melalui kerajaan bisnisnya Dua Mutiara Group, Tan Kian adalah pemilik Pacific Place yang berlokasi di kawasan prestisius SCBD. Mal ini mengusung konsep mixed-use, mengintegrasikan One Pacific Place Office, The Ritz-Carlton Hotel, dan The Ritz Carlton Residence, menegaskan posisinya sebagai pengembang properti premium dengan nilai investasi tinggi.

6. PT Senayan Trikarya Sempana
Plaza Senayan, sebuah ikon pusat perbelanjaan, dikelola oleh PT Senayan Trikarya Sempana. Perusahaan ini merupakan joint venture antara Kajima Overseas Asia Pte. Ltd dengan Badan Pengelola Gelora Bung Karno, yang juga membangun dan mengelola kawasan Senayan Square. Dengan luas 130.500 m2, Plaza Senayan menjadi bagian integral dari salah satu kawasan paling elit di Jakarta.

7. Alexander Tedja (Pakuwon Group)
Alexander Tedja, pemimpin Pakuwon Group, memiliki portofolio mal yang tersebar di Jakarta, meliputi Blok M Plaza, Mal Kota Kasablanka (Kokas), dan Mal Gandaria City. Mal Kota Kasablanka, khususnya, dikenal sebagai salah satu mal terbesar di Jakarta, menunjukkan dominasi Pakuwon di berbagai segmen pasar ritel ibu kota.

8. Murdaya Poo (PT Metropolitana Kentjana Tbk)
Murdaya Poo, melalui PT Metropolitana Kentjana Tbk, adalah pengembang Pondok Indah Mall (PIM). Pusat perbelanjaan ini merupakan salah satu pelopor mal di Jakarta, mulai dibangun pada tahun 1991. Sejak berdiri 35 tahun lalu, PIM telah berkembang menjadi kompleks tiga bangunan (PIM 1, PIM 2, dan PIM 3), menjadi tolok ukur bagi pengembangan pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Selatan.

Konsentrasi kepemilikan mal-mal raksasa ini di tangan segelintir konglomerat menunjukkan kekuatan modal, visi jangka panjang, dan kejelian mereka dalam membaca pasar. Mereka bukan hanya membangun gedung, tetapi juga menciptakan pusat-pusat ekonomi dan gaya hidup yang terus berdenyut, membentuk wajah urban Jakarta yang modern dan dinamis.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar