Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia diproyeksikan akan menjadi magnet investasi yang lebih kuat, terutama dari sektor asuransi, seiring dengan reformasi yang gencar dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan integritas. Sentimen optimistis ini mengemuka dalam forum Market Outlook 2026 bertajuk "Capital Market Reform: Integrity and Credibility" yang diselenggarakan oleh Haluannews.id pada Selasa, 03 Maret 2026. Acara ini menjadi platform strategis bagi regulator, pembuat kebijakan, dan pelaku industri untuk membedah arah pasar serta mengidentifikasi peluang pertumbuhan baru.

Related Post
Chief Investment Officer PT BRI Manajemen Investasi, Herman Tjahjadi, dalam paparannya menyoroti dinamika pasar modal RI di tengah gejolak global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran, serta dampak kebijakan penangguhan rebalancing saham oleh MSCI. Meski demikian, Herman mencatat adanya capital inflow yang signifikan pada Februari 2026. Fenomena ini, menurutnya, merupakan respons positif terhadap langkah-langkah perbaikan dan peningkatan transparansi yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Self-Regulatory Organization (SRO), yang diharapkan mampu menarik kembali minat investor asing ke Tanah Air.

Senada, Ketua Bidang Riset dan Pengkajian Perbanas, Aviliani, melihat reformasi pasar modal membawa dampak positif yang substansial bagi sektor perbankan. Peningkatan tata kelola (governance) dan transparansi yang semakin baik mendorong minat perusahaan, termasuk dari industri perbankan, untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan menarik investor baru. Hal ini menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan menarik.
Dari kubu asuransi, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, menegaskan komitmen penuh DAI terhadap reformasi pasar modal. Ia optimis bahwa perbaikan ini akan menumbuhkan kepercayaan investor secara menyeluruh, termasuk dari lembaga asuransi, untuk lebih aktif menanamkan modalnya di pasar saham Indonesia. Keyakinan ini sejalan dengan potensi investasi jumbo yang siap digelontorkan jika transparansi pasar terus terjaga dan kredibilitas bursa semakin kokoh.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar