Haluannews Ekonomi – Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), menegaskan komitmen lembaganya dalam menjamin proses rekrutmen direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlangsung secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pernyataan ini disampaikan Dony dalam acara Haluannews.id Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (12/2/2026), menyoroti pentingnya kepemimpinan berkualitas di perusahaan pelat merah.

Related Post
Menurut Dony, tahap krusial dalam seleksi direksi BUMN dimulai dengan penetapan kriteria yang jelas dan terukur. Salah satu aspek utama yang menjadi pertimbangan adalah keselarasan antara rekam jejak profesional kandidat dengan tanggung jawab strategis yang akan diemban. "Yang pertama tentu kita memiliki kriteria, yang pertama tentu kecocokan antara pengalaman dengan job responsibility yang kita berikan," ujar Dony.

Untuk itu, setiap posisi direksi terlebih dahulu diidentifikasi secara mendalam, termasuk perumusan deskripsi pekerjaan dan tanggung jawab yang spesifik. Selanjutnya, ditetapkan persyaratan bagi calon pemegang jabatan, meliputi kualifikasi akademik dan kompetensi teknis yang esensial. Namun, Dony menekankan bahwa kapabilitas teknis hanya menyumbang 20% dari keseluruhan penilaian. "Nah ini nomor satu berarti kan orangnya harus kompeten, tapi kompeten ini bagi kami hanya 20%, karena itu ada syarat untuk lulus, tapi 80% lebih kepada karakter," jelasnya.
Karakter yang paling diutamakan, lanjut Dony, adalah integritas. Danantara secara aktif mencari individu dengan integritas tinggi, mengingat tugas mereka adalah mengelola aset dan entitas milik negara yang memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. "Jadi artinya integritasnya mesti baik, ini karakter ini bagi kami menjadi 80%," tegas Dony, menyoroti bahwa integritas adalah fondasi utama kepemimpinan yang efektif dan bertanggung jawab.
Dony lantas memaparkan tahapan seleksi yang ketat, dimulai dengan penilaian kompetensi dasar (basic competency assessment) yang melibatkan tiga konsultan independen. Mekanisme ini, menurutnya, secara tegas menepis anggapan adanya penunjukan langsung tanpa proses seleksi yang objektif.
Apabila kandidat berhasil melewati penilaian kompetensi dasar, mereka akan melanjutkan ke tahap wawancara. Tahap ini dilakukan oleh tim pewawancara tersertifikasi yang berjumlah 20 orang. Dari jumlah tersebut, 10 orang berasal dari Danantara, yang semuanya telah tersertifikasi dan menduduki level jabatan managing director. Para managing director inilah yang bertanggung jawab melakukan wawancara mendalam terhadap para kandidat.
"Sepuluhnya dari BP BUMN, karena memang final decision-nya ada di BP BUMN untuk pengangkatan direksi dan komisaris," imbuh Dony, menjelaskan peran BP BUMN dalam proses pengambilan keputusan akhir. Setelah semua tahapan dilalui, tim seleksi akan merangkum dan mempresentasikan hasil asesmen masing-masing kandidat, sebelum kemudian menyampaikan usulan nama-nama direksi yang direkomendasikan untuk ditunjuk sebagai pengurus perusahaan.
Dony juga mencontohkan keberhasilan Danantara dalam menarik talenta-talenta terbaik dari berbagai latar belakang. "Jadi banyak sebetulnya orang-orang Indonesia yang kita jadi direksi-direksi BUMN hari ini itu isinya berbagai macam, ada juga CEO Coca-Cola yang bergabung dengan PT Semen Indonesia, ada juga dari direktur HR-nya global directornya Unilever, sekarang menjadi HR-nya PT Telkom," pungkasnya, menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pemimpin-pemimpin transformatif demi kemajuan BUMN dan perekonomian Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar