Haluannews Ekonomi – Jakarta, Haluannews.id – Target ambisius return on assets (RoA) sebesar 7% yang dicanangkan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk Danantara, entitas yang menaungi perusahaan BUMN, telah memicu beragam respons dari para pimpinan bank BUMN. Mereka angkat bicara mengenai kesiapan dan strategi untuk mencapai target yang terbilang tinggi tersebut, sembari menyoroti karakteristik unik industri perbankan.

Related Post
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), Anggoro Eko Cahyo, memilih untuk tidak berkomentar secara spesifik dan mengarahkan pertanyaan mengenai langkah detail kepada Danantara. "Saya gak komen dulu ya," ujarnya singkat usai menghadiri acara Economic Outlook 2026, mengindikasikan bahwa peta jalan implementasi target tersebut masih dalam pembahasan di tingkat holding.

Senada, Direktur Utama Bank Mandiri (BMRI), Riduan, menegaskan bahwa Danantara adalah pihak yang paling tepat untuk menguraikan rencana bisnis guna merealisasikan RoA 7%. Riduan juga menjelaskan perbedaan pendekatan metrik profitabilitas untuk perbankan. "Kalau bank kan approach-nya lebih ke RoE ya, karena dalam aset (bank) kan ada dana pihak ketiga," jelas Riduan. Ia merinci, saat ini RoA BMRI berada di level 3%, sementara return on equity (RoE) mencapai angka 20%. Adanya dana pihak ketiga dalam neraca bank, yang bukan merupakan modal murni bank, membuat RoE seringkali dianggap lebih relevan sebagai indikator kinerja inti bagi perbankan. Meskipun demikian, ia berkomitmen, "Tapi ya kita berusaha untuk menaikkan terus RoA-nya," menunjukkan upaya adaptasi terhadap target yang ditetapkan.
Dari sisi Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Direktur Utama Hery Gunardi menyatakan kesiapan untuk berupaya seoptimal mungkin meningkatkan RoA perusahaan. Hery berkomitmen mencari strategi yang tepat agar RoA BBRI dapat selaras dengan ekspektasi pemerintah. "Sekarang (RoA BBRI) mungkin sekitar 3% lebih," ungkap Hery, menandakan bahwa ada gap signifikan yang perlu dikejar.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BBTN) menyebut bahwa pihaknya akan "bekerja keras" untuk mengejar target tersebut. Pernyataan ini mencerminkan tekad kuat dari perbankan pelat merah untuk berkontribusi pada visi ekonomi nasional.
Secara keseluruhan, para pimpinan bank BUMN menunjukkan komitmen untuk mendukung visi pemerintah, meskipun dengan pemahaman akan karakteristik unik industri perbankan yang seringkali lebih mengedepankan RoE sebagai tolok ukur utama. Bola panas strategi implementasi kini berada di tangan Danantara untuk merumuskan langkah konkret dan sinergis yang dapat mengakomodasi kekhasan masing-masing entitas BUMN, termasuk sektor perbankan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar