Haluannews Ekonomi – Jakarta – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), Hery Gunardi, menyoroti strategi fundamental yang menjadi tulang punggung kekuatan perbankan modern: "funding game" atau permainan penghimpunan dana. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers paparan kinerja keuangan 2025, Kamis (26/2/2026), menggarisbawahi komitmen BRI untuk memperkuat struktur pendanaannya demi pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan.

Related Post
Mengutip pernyataannya, Hery Gunardi menjelaskan, "Banking itu adalah funding game." Ia menambahkan bahwa fokus utama BRI adalah membangun "funding franchise" yang kuat, dengan tujuan akhir memperbaiki struktur pendanaan bank secara menyeluruh. Ini bukan sekadar tentang mengumpulkan dana, melainkan tentang membangun fondasi yang kokoh untuk keberlanjutan bisnis.

Salah satu pilar utama strategi ini adalah menggenjot komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang murah, atau dikenal sebagai Current Account Savings Account (CASA). BRI telah menunjukkan kemajuan signifikan di area ini, dengan porsi CASA yang meningkat dari 66,6% pada tahun 2024 menjadi sekitar 71% pada tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan BRI dalam menarik dana-dana yang lebih stabil dan berbiaya rendah, memberikan keuntungan kompetitif yang substansial.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan CASA, BRI berencana untuk mendorong volume dan transaksi di berbagai layanan perbankan digitalnya. Hery menekankan pentingnya peningkatan pertumbuhan tabungan dan giro yang didorong oleh aktivitas transaksi. Oleh karena itu, BRI akan mengoptimalkan penggunaan super app retail BRImo, layanan QRIS, mesin EDC, serta jaringan Agen BRILink yang tersebar luas. Peningkatan jumlah pengguna aktif di BRImo dan penggunaan mesin EDC secara masif menjadi kunci dalam strategi ini.
Tidak hanya sektor retail, BRI juga fokus pada segmen korporasi melalui super app Qlola. Hery menyatakan bahwa Qlola terus diperbarui agar sejajar dengan super app korporat bank-bank pesaing teratas. Melalui Qlola, nasabah korporasi diharapkan dapat melakukan berbagai transaksi penting seperti cash management, trading, dan foreign exchange dengan lebih efisien, yang pada akhirnya akan menambah porsi CASA dalam bentuk giro bagi BRI.
"Jadi kita ingin memang leading di sisi funding murah atau CASA ratio," pungkas Hery dengan nada optimistis, seperti dilansir Haluannews.id. Dengan strategi yang terarah pada penguatan struktur pendanaan melalui CASA dan inovasi digital, BRI berharap pertumbuhan kinerja tetap solid, bahkan melampaui capaian tahun 2025.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar