Strategi Bisnis Rp208 Triliun: Meniru Keteguhan Nabi Nuh

Strategi Bisnis Rp208 Triliun: Meniru Keteguhan Nabi Nuh

Haluannews Ekonomi – Kisah para nabi seringkali menjadi sumber inspirasi tak terbatas bagi umat manusia, bukan hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam meraih kesuksesan duniawi. Siapa sangka, filosofi hidup yang dianut oleh Nabi Nuh ribuan tahun lalu kini menjadi kunci bagi seorang pengusaha asal Amerika Serikat untuk mengumpulkan kekayaan bersih senilai US$ 12,4 miliar, atau setara dengan Rp 208 triliun. Pria visioner itu adalah David Steward, seorang miliarder yang namanya tercatat dalam daftar orang terkaya Forbes.

COLLABMEDIANET

Steward, yang berasal dari Missouri, AS, secara terbuka mengakui bahwa prinsip hidup Nabi Nuh menjadi fondasi utama dalam perjalanan bisnisnya. Inti dari filosofi ini adalah ketidakpedulian terhadap cemoohan dan keraguan orang lain saat seseorang sedang mengerjakan sesuatu yang diyakini benar dan memiliki visi jangka panjang. Hal ini sangat mirip dengan kisah Nabi Nuh yang diperintahkan Tuhan untuk membangun bahtera raksasa di tengah kondisi yang tidak menunjukkan tanda-tanda bencana, sehingga ia menjadi sasaran ejekan dan kritik dari masyarakat sekitar.

Strategi Bisnis Rp208 Triliun: Meniru Keteguhan Nabi Nuh
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, Nabi Nuh tetap teguh pada misinya, menyelesaikan bahtera tersebut, yang pada akhirnya menyelamatkan dirinya, keluarganya, dan umatnya dari banjir besar yang melanda bumi. "Ketika Anda memiliki ambisi besar, orang cenderung akan mengejek Anda. Mereka akan menjadi yang paling sering bersuara dan sok menilai Anda, bahwa Anda tidak seharusnya mengejar mimpi dan ambisi Anda," ujar Steward kepada Forbes pada tahun 2004, seperti dikutip Haluannews.id.

Bagi Steward, prinsip ini bukan sekadar teori. Sejak kecil, ia telah menghadapi berbagai bentuk diskriminasi dan ejekan. Sebagai seorang kulit hitam dari keluarga miskin, ia mengalami segregasi di sekolah, di mana ia dipisahkan hanya karena warna kulitnya. Pengalaman pahit ini membentuk karakternya menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah pada pandangan negatif orang lain.

Ketika ia memutuskan untuk merintis bisnisnya pada era 1990-an, Steward kembali dihadapkan pada gelombang skeptisisme. Namun, berbekal pelajaran dari kisah Nabi Nuh, ia tidak gentar. Ia mendirikan World Wide Technology (WWT), sebuah perusahaan yang menyediakan layanan teknologi komputer untuk korporasi. Pada masa itu, sektor layanan teknologi informasi masih tergolong asing dan belum matang, sehingga banyak yang mencemooh keputusannya, menganggapnya aneh seperti Nabi Nuh yang membangun perahu di daratan.

Meski demikian, Steward memiliki keyakinan kuat terhadap masa depan internet dan teknologi. Ia percaya bahwa sektor ini akan menjadi primadona dan tulang punggung perekonomian global. Perjalanan WWT tidaklah mulus; perusahaan itu melalui berbagai pasang surut dan tantangan. Namun, keteguhan Steward dalam mempertahankan visinya akhirnya terbukti. Kini, teknologi digital telah menjadi kebutuhan esensial di seluruh dunia, dan WWT berhasil memposisikan diri sebagai salah satu pemain kunci.

Menurut data Forbes tahun 2022, World Wide Technology diakui sebagai perusahaan swasta terbesar ke-27 di Amerika Serikat, sekaligus perusahaan terbesar yang dimiliki oleh orang kulit hitam. Dengan pendapatan mencapai US$ 17,0 miliar atau sekitar Rp 285 triliun, kisah David Steward menjadi bukti nyata bahwa keberanian untuk berpegang pada keyakinan, mengabaikan keraguan orang lain, dan memiliki visi jangka panjang adalah resep ampuh menuju kesuksesan finansial yang luar biasa.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar