SRBI Menipis Rp85 T, Rupiah Makin Kuat? Ini Penjelasan BI!

SRBI Menipis Rp85 T, Rupiah Makin Kuat? Ini Penjelasan BI!

Haluannews Ekonomi – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat stabilitas perekonomian nasional dan mendorong pertumbuhan melalui kebijakan moneter yang adaptif dan terukur. Salah satu langkah strategis yang diambil dalam upaya ekspansi likuiditas rupiah adalah melalui penurunan posisi instrumen Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengumumkan manuver ini sebagai bagian integral dari strategi kebijakan moneter terkini.

COLLABMEDIANET

Dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Selasa (17/3/2026), Perry Warjiyo menjelaskan bahwa posisi instrumen SRBI telah menyusut signifikan. Tercatat, dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2026, kini posisinya berada di angka Rp831,55 triliun per 13 Maret 2026. Penurunan sekitar Rp85,42 triliun ini menunjukkan komitmen BI dalam mengelola likuiditas di pasar keuangan agar tetap kondusif bagi aktivitas ekonomi.

SRBI Menipis Rp85 T, Rupiah Makin Kuat? Ini Penjelasan BI!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penyusutan porsi SRBI ini tidak berdiri sendiri, melainkan diiringi oleh aksi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh Bank Indonesia. Langkah ini merupakan wujud nyata sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal pemerintah. Hingga 16 Maret 2026, total pembelian SBN oleh BI telah mencapai Rp86,16 triliun, dengan Rp46,72 triliun di antaranya dilakukan di pasar sekunder.

Gubernur Perry menegaskan bahwa pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter BI. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian secara menyeluruh, sekaligus mempertahankan kredibilitas kebijakan moneter di mata pelaku pasar dan investor. Melalui kombinasi strategi ini, Bank Indonesia berupaya menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kokoh, mampu menghadapi tantangan global, dan terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar