Haluannews Ekonomi – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), Hery Gunardi, angkat bicara mengenai wacana yang digulirkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya menyatakan minatnya untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM), entitas yang saat ini berada di bawah kendali BRI, dengan tujuan utama mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan menjalankan fungsi Public Service Obligations (PSO).

Related Post
Saat ditemui awak media belum lama ini, Hery Gunardi menegaskan bahwa hingga kini belum ada pembahasan resmi terkait keinginan Purbaya untuk mengalihkan PNM ke Kementerian Keuangan. "Belum ada. Belum ada [pembicaraan]," ujar Hery, dikutip dari Haluannews.id, Rabu (18/2/2026).

Hery kemudian menjelaskan struktur kepemilikan PNM yang krusial dalam konteks ini. Ia menerangkan bahwa pemegang saham pengendali PNM adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), bukan secara langsung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Oleh karena itu, segala keputusan strategis atau aksi korporasi, termasuk potensi pelepasan anak usaha, sepenuhnya berada di bawah otoritas Danantara. "Bukan, kan itu PNM kan BRI juga kan pemegang sahamnya Danantara. Jadi kalau misalnya ada kebijakan ataupun sifatnya corporate action itu tanyanya bukan ke saya tanya ke pemilik ya," tegasnya.
Secara terpisah, Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti status PNM sebagai entitas bisnis publik. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika PNM dialihfungsikan secara penuh untuk menjalankan PSO pemerintah, hal tersebut berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap valuasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. "Jadi saya pikir kalau untuk unit yang menjalankan PSO kebanyakan dipakai pemerintah aja, saya sedang bicara dengan Pak Rosan [Roeslani, CEO Danantara] bisa apa nggak? kalau dia gak ngasih ya udah," pungkas Purbaya.
Meski demikian, Purbaya juga menggarisbawahi bahwa perbankan lain tetap dapat menyalurkan KUR seperti biasa. Namun, ia menggagas skema di mana program KUR pemerintah akan disalurkan secara terpusat hanya melalui PNM, jika rencana ini berhasil direalisasikan. "Kira-kira begitu [skemanya], anda hitung sekarang, saya [bayar] subsidi bunga [KUR] berapa? Rp40 triliun hilang, kalau saya salurkan ke PNM asal gak hilang, bunga rendah kan masih ada uangnya. Setiap tahun saya inject segitu kan besar lama-lama," jelasnya, menyoroti potensi penghematan fiskal dari efisiensi penyaluran KUR.
Purbaya kembali menegaskan bahwa inisiatif ini masih dalam tahap awal dan sangat bergantung pada persetujuan dari Danantara. Ia menyatakan bahwa proses pembahasan masih akan berlanjut ke level teknis terlebih dahulu sebelum mencapai keputusan final. "Sedang saya pikirkan, masih belum dapat persetujuan, jadi saya ke level teknis dulu," imbuhnya. Dinamika ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mencari model penyaluran KUR yang paling efektif dan efisien, sambil tetap mempertimbangkan implikasi terhadap entitas bisnis dan pasar modal.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar