Sinyal Cuan dari BEI: Demutualisasi Buka Peluang Emas Investor!

Sinyal Cuan dari BEI: Demutualisasi Buka Peluang Emas Investor!

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia tengah bersiap menghadapi era baru yang menjanjikan. Pemerintah Republik Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam mereformasi sektor ini, dengan langkah strategis berupa demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan peningkatan batas free float saham menjadi 15%. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, menyambut positif inisiatif ini, melihatnya sebagai angin segar bagi iklim investasi nasional dan peningkatan kepercayaan pasar.

COLLABMEDIANET

Demutualisasi BEI sendiri direncanakan melalui dua skema utama: private placement dan Penawaran Umum Perdana (IPO) saham BEI. Tujuan utamanya adalah untuk membenahi tata kelola, memastikan transparansi operasional bursa, serta mengubah status BEI dari organisasi nirlaba menjadi entitas yang berorientasi profit. Dengan demikian, kepemilikan BEI akan beralih ke publik, diharapkan dapat meminimalisir potensi kecurangan dan meningkatkan akuntabilitas secara signifikan.

Sinyal Cuan dari BEI: Demutualisasi Buka Peluang Emas Investor!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah progresif ini juga merupakan respons pemerintah terhadap desakan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menuntut transparansi lebih tinggi di bursa saham Tanah Air. Dengan demutualisasi, Indonesia berupaya menyelaraskan diri dengan standar pasar modal global, meningkatkan kepercayaan investor internasional, dan menjadikan BEI lebih kompetitif di kancah regional maupun global. Transformasi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi asing dan domestik, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dari perspektif ekonomi, Telisa Aulia Falianty menekankan bahwa perubahan ini krusial untuk menciptakan pasar modal yang lebih efisien dan berintegritas. Keterlibatan Danantara sebagai investor strategis di pasar modal RI juga menjadi indikator positif, menunjukkan minat dan kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang didukung oleh reformasi struktural ini. Ini menandakan bahwa pasar modal Indonesia semakin matang dan siap bersaing di level internasional.

Pembahasan mendalam mengenai urgensi demutualisasi BEI, dampaknya terhadap pasar modal, serta peran investor seperti Danantara, telah diulas dalam dialog eksklusif Syarifah Rahma bersama Guru Besar FEB Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, dalam program Power Lunch Haluannews.id pada Jumat, 06 Februari 2026.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar