Haluannews Ekonomi – Industri kelapa sawit telah menjelma menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, menyerap tenaga kerja hingga 16 juta orang. Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia, Sahat Sinaga, memproyeksikan devisa dari sektor ini mencapai US$61,7 miliar atau sekitar Rp998 triliun pada tahun 2024. Bahkan, dalam lima tahun mendatang, potensi pendapatan diprediksi meroket hingga Rp2.066 triliun.

Related Post
"Kami memperkirakan, pada tahun 2029, pendapatan sektor sawit dapat mencapai US$124,7 miliar, atau sekitar Rp2.066 triliun," ujar Sahat seperti dikutip Haluannews.id, (6/12/2025).

Namun, di balik gemerlapnya industri ini, tersimpan kisah pilu. Dulu, tanaman yang kini menjadi "emas hijau" Indonesia ini justru dicampakkan dan diabaikan oleh masyarakat yang belum menyadari potensinya. Hal ini mungkin disebabkan karena kelapa sawit tergolong tanaman yang relatif baru di Indonesia.
Kelapa sawit pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1848. Pemerintah kolonial Hindia Belanda menanam empat bibit sawit di Kebun Raya Bogor, yang berasal dari Afrika Tengah dan Amsterdam.
Lima tahun kemudian, bibit-bibit tersebut mulai berbuah. Pemerintah kemudian menyebarkan bijinya secara gratis. Namun, karena kurangnya pengetahuan tentang potensi pohon sawit, masyarakat hanya menanamnya di pinggir jalan dan mengabaikannya. Buahnya bahkan dibuang begitu saja dan dibiarkan membusuk.
Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan nilai ekonomis kelapa sawit tumbuh. Para pengusaha Indonesia pun mulai terjun ke bisnis ini dan berhasil menjadi konglomerat, meraup keuntungan besar dari komoditas serbaguna ini.
Berikut adalah daftar 12 tokoh yang meraup kekayaan dari bisnis kelapa sawit, berdasarkan berbagai sumber (data per 7 Agustus 2025):
- Martua Sitorus: Pendiri Wilmar International, salah satu pemilik perkebunan kelapa sawit terluas di dunia. Kekayaan bersih: US$3,5 miliar (Rp58 triliun).
- Anthoni Salim: Konglomerat pemilik Grup Salim, yang memiliki bisnis kelapa sawit melalui Indofood Agri Resources Ltd, LSIP, dan SIMP. Kekayaan bersih: US$12,5 miliar (Rp208 triliun).
- Sukanto Tanoto: Pemilik grup usaha Royal Golden Eagle International (RGEI). Kekayaan bersih: US$3,4 miliar.
- Ciliandra Fangiono: CEO First Resources Ltd, perusahaan yang menguasai ratusan ribu hektar lahan sawit di Indonesia. Kekayaan bersih: US$2,4 miliar.
- Peter Sondakh: Kepala Rajawali Corpora, yang memiliki PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Kekayaan bersih: US$2,1 miliar.
- Theodore Rachmat: Pendiri Grup Triputra, yang menjalankan bisnis sawit melalui PT Triputra Agro Persada. Kekayaan bersih: US$3,9 miliar.
- Hashim Djojohadikusumo: Pemilik Arsari Group, yang bergerak di berbagai sektor termasuk perkebunan kelapa sawit. Kekayaan bersih: US$685 juta (Rp11,4 triliun).
- Arini Subianto: Presiden direktur Persada Capital Investama, yang mengawasi investasi di produk pengolahan kayu dan kelapa sawit. Kekayaan bersih: US$2 miliar.
- Putera Sampoerna: Pemilik PT Sampoerna Agro Tbk, yang menguasai lebih dari 100.000 ha kelapa sawit. Kekayaan bersih: US$1,8 miliar.
- Bachtiar Karim: Pemilik Musim Mas, perusahaan sawit yang didirikan pada 1972. Kekayaan bersih: US$4,1 miliar.
- Susilo Wonowidjojo: Pebisnis rokok Gudang Garam yang juga memiliki bisnis perkebunan kelapa sawit melalui Makin Group. Kekayaan bersih: US$2,9 miliar.
- Keluarga Widjaja: Pemilik Sinar Mas Group, produsen minyak goreng terbesar di Indonesia dan pemilik Golden Agri-Resources. Kekayaan bersih: US$18,9 miliar (Rp315 triliun).
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar