Saham Prajogo Menggila! IHSG Terbang Dekati 8.300, Apa Pemicunya?

Saham Prajogo Menggila! IHSG Terbang Dekati 8.300, Apa Pemicunya?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari Rabu (11/10/2026) dengan performa gemilang, melesat 1,96% atau setara 159 poin, dan berhasil menembus level 8.290,97. Lonjakan signifikan ini didukung oleh dominasi saham-saham yang menguat, dengan 544 emiten mencatatkan kenaikan, sementara 156 saham melemah, dan 122 lainnya tidak bergerak.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan tercatat sangat ramai, membukukan nilai transaksi mencapai Rp 29,80 triliun. Sebanyak 62,06 miliar saham berpindah tangan melalui 3,40 juta kali transaksi. Imbasnya, kapitalisasi pasar turut terkerek naik, mencapai angka fantastis Rp 15.094 triliun.

Saham Prajogo Menggila! IHSG Terbang Dekati 8.300, Apa Pemicunya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sorotan utama tertuju pada Bumi Resources (BUMI) yang memimpin daftar saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp 8,24 triliun. Seiring dengan volume transaksi jumbo tersebut, saham BUMI juga melonjak 10% dan ditutup pada level Rp 272 per saham. Selain BUMI, beberapa saham lain yang turut meramaikan bursa hari ini meliputi Petrosea (PTRO), Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA).

Berdasarkan data Refinitiv yang dikutip Haluannews.id, hampir seluruh sektor industri menunjukkan performa positif, mayoritas bergerak di zona hijau. Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan impresif 4,37%, diikuti oleh energi 3,85%, barang baku 3,81%, dan konsumer non-primer 3,79%.

Fenomena menarik lainnya adalah kembali bangkitnya saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu sebagai motor penggerak utama indeks. Tiga dari empat emiten teratas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan IHSG berasal dari grup Prajogo, yaitu Barito Pacific (BRPT) dengan bobot 14,34 indeks poin, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) 11,46 indeks poin, dan Barito Renewables Energy (BREN) 11,1 indeks poin.

Fokus investor kini tertuju pada sejumlah sentimen krusial, baik dari ranah domestik maupun global. Dari dalam negeri, perhatian diarahkan pada target ambisius Danantara untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong penyaluran kredit. Sementara itu, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat dan Tiongkok juga menjadi barometer penting bagi arah pasar.

Dinamika geopolitik di Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, turut menjadi sorotan utama. Administrasi Maritim Amerika Serikat (MARAD) baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius kepada seluruh kapal berbendera AS untuk menjauhi perairan Iran dan menolak upaya pasukan asing yang mencoba menaiki kapal. Peringatan ini muncul di tengah serangkaian insiden keamanan yang melibatkan kapal komersial dan militer Iran di wilayah tersebut, meskipun upaya diplomasi nuklir masih berlangsung.

Signifikansi Selat Hormuz bagi perekonomian global tidak dapat diremehkan, mengingat sekitar sepertiga dari total minyak mentah yang diperdagangkan melalui jalur laut melewati selat ini. Potensi gangguan keamanan, blokade, atau eskalasi konflik di jalur vital ini berpotensi memicu lonjakan drastis harga minyak mentah global. Implikasinya adalah tekanan inflasi yang kian membesar secara global, serta beban subsidi energi yang kian memberatkan negara-negara importir minyak, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, perkembangan situasi di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko eksternal terbesar yang perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar.

Meski demikian, momentum positif dari lonjakan IHSG dan penguatan rupiah pada sesi sebelumnya menjadi bekal berharga bagi pergerakan pasar keuangan Indonesia hari ini. Melemahnya indeks dolar Amerika Serikat (DXY) juga menjadi kabar baik bagi mata uang Garuda, yang berpotensi menopang penguatan lebih lanjut pada perdagangan berikutnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar