Saham NOBU dan KPIG Bertukar Tangan Lagi: Merger Batal?

Saham NOBU dan KPIG Bertukar Tangan Lagi: Merger Batal?

Haluannews Ekonomi – Bursa saham kembali dihebohkan dengan transaksi besar-besaran saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP). Setelah rencana merger keduanya kandas, kini PT Prima Cakrawala Sentosa (PCS) menambah kepemilikan saham NOBU sebanyak 747,7 juta lembar, meningkatkan kepemilikannya dari 10,87% menjadi 20,87%. Transaksi ini menarik perhatian karena jumlahnya identik dengan penjualan saham NOBU PCS kepada PT MNC Land Tbk (KPIG) pada Mei 2024 lalu. Kala itu, KPIG mengakuisisi 10% saham NOBU dari PCS, sementara PCS membeli 10% saham BABP milik KPIG.

COLLABMEDIANET

Situasi ini menunjukkan sebuah perputaran saham yang signifikan antara kedua entitas tersebut. Data KSEI per 26 Agustus 2025 bahkan mencatat PT MNC Capital Tbk (BCAP), bagian dari MNC Group, kembali membeli 10% saham BABP, jumlahnya sama persis dengan akuisisi PCS setahun sebelumnya.

Saham NOBU dan KPIG Bertukar Tangan Lagi: Merger Batal?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Awalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong merger NOBU dan BABP pada awal 2023 untuk memenuhi ketentuan modal inti Rp 3 triliun. Namun, kedua bank telah memenuhi syarat tersebut. Meskipun demikian, rencana merger sempat berlanjut dengan aksi tukar guling saham pada Mei 2024. Namun, pada Juli 2025, NOBU justru diakuisisi oleh Hanwha Life Insurance Co. Ltd. sebanyak 40% sahamnya dari berbagai pemegang saham afiliasi Grup Lippo, termasuk PCS.

Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah transaksi saham terbaru ini menunjukkan bahwa rencana merger benar-benar telah dibatalkan secara permanen? Atau apakah ini hanya bagian dari strategi bisnis jangka panjang kedua grup usaha tersebut? Pengamat pasar modal menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait untuk memahami implikasi transaksi ini terhadap kinerja kedua bank di masa depan. Kejelasan strategi bisnis NOBU dan BABP sangat diperlukan untuk menciptakan kepastian bagi investor.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar