Rupiah Terjun Bebas, IHSG Melesat: Ada Apa di Balik Pasar?

Rupiah Terjun Bebas, IHSG Melesat: Ada Apa di Balik Pasar?

Haluannews Ekonomi – Jakarta, 9 Januari 2026 – Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika kontras di penutupan perdagangan akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi Jumat dengan gemilang, menguat ke level 8.936. Namun, euforia tersebut tidak dirasakan oleh mata uang Rupiah yang justru terperosok di zona merah, diperdagangkan pada Rp 16.795 per Dolar AS. Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan investor dan analis mengenai sentimen dominan yang menggerakkan pasar.

COLLABMEDIANET

Kinerja IHSG yang perkasa di tengah pelemahan Rupiah mengindikasikan adanya disonansi sentimen. Penguatan IHSG kemungkinan besar didorong oleh optimisme domestik terhadap prospek ekonomi atau kinerja emiten tertentu yang mampu menarik minat investor, baik lokal maupun asing, meskipun terbatas. Di sisi lain, Rupiah tampaknya lebih rentan terhadap gejolak eksternal. Tekanan global, seperti potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, atau fluktuasi harga komoditas global, seringkali menjadi pemicu utama pelemahan mata uang Garuda. Angka Rp 16.795 per Dolar AS menunjukkan bahwa sentimen negatif dari luar negeri cukup kuat untuk menekan Rupiah.

Rupiah Terjun Bebas, IHSG Melesat: Ada Apa di Balik Pasar?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Divergensi antara kinerja pasar saham dan nilai tukar mata uang ini menjadi sorotan utama. Investor perlu mencermati lebih jauh sektor-sektor yang menjadi pendorong IHSG serta faktor-faktor fundamental yang mendasari pelemahan Rupiah. Apakah ini hanya fluktuasi jangka pendek atau indikasi tren yang lebih besar? Analisis mendalam mengenai sentimen pasar yang mempengaruhi pergerakan ini, termasuk pandangan para ahli, telah disajikan dalam program Closing Bell Haluannews.id, yang menampilkan Maria Katarina dan Shafinaz Nachiar. Ulasan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif bagi pelaku pasar untuk menyusun strategi investasi ke depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar