Rupiah Terancam Rp 17.000: Perang Iran-Israel Guncang Pasar!

Rupiah Terancam Rp 17.000: Perang Iran-Israel Guncang Pasar!

Haluannews Ekonomi – Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas pasca serangan besar-besaran yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke Tehran, Iran, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Peristiwa ini sontak menjadi sentimen negatif yang menekan pasar keuangan global, memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian.

COLLABMEDIANET

Kekhawatiran utama para pelaku pasar adalah potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut, yang dapat mengganggu rantai pasok global dan memicu lonjakan harga komoditas. Investor global merespons dengan langkah antisipasi, cenderung menarik diri dari aset berisiko dan mencari perlindungan di aset safe haven. Sentimen negatif ini bahkan memunculkan spekulasi bahwa nilai tukar Rupiah berpotensi menyentuh level psikologis Rp 17.000 per Dolar AS, sebuah angka yang mengkhawatirkan bagi perekonomian domestik.

Rupiah Terancam Rp 17.000: Perang Iran-Israel Guncang Pasar!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dampak langsung dari ketegangan geopolitik ini sudah terasa di pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah signifikan 1,77% pada perdagangan Senin, 02 Maret 2026, anjlok ke level 8.089. Tak hanya itu, nilai tukar Rupiah juga tak luput dari tekanan, terpantau melemah ke posisi Rp 16.810 per Dolar AS, mencerminkan kecemasan investor terhadap prospek ekonomi di tengah gejolak global.

Untuk mengupas lebih dalam mengenai implikasi perang Timur Tengah terhadap kinerja IHSG dan stabilitas Rupiah, Haluannews.id menghadirkan dialog eksklusif. Dalam program Squawk Box Haluannews.id pada Senin, 02 Maret 2026, Syarifah Rahma dan Shania Alatas berbincang dengan Equity Analyst Haluannews.id, Elvan Chandra Widyatama. Diskusi ini diharapkan memberikan pandangan komprehensif mengenai strategi mitigasi risiko bagi investor di tengah ketidakpastian global yang semakin meningkat.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar