Rupiah Beri Kejutan! Dolar AS Tumbang di Akhir Pekan

Rupiah Beri Kejutan! Dolar AS Tumbang di Akhir Pekan

Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa yang menggembirakan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (5/12/2025). Penguatan ini terjadi bersamaan dengan pengumuman data cadangan devisa terbaru dari Bank Indonesia (BI).

COLLABMEDIANET

Data dari Refinitiv menunjukkan rupiah menguat tipis sebesar 0,03% ke level Rp16.635 per dolar AS pada penutupan perdagangan. Selama sesi perdagangan, pergerakan rupiah berada dalam kisaran Rp16.635 hingga Rp16.665 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,13% ke level 98,863 pada pukul 15.00 WIB.

Rupiah Beri Kejutan! Dolar AS Tumbang di Akhir Pekan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Momentum positif rupiah sejalan dengan laporan BI mengenai posisi cadangan devisa Indonesia pada November 2025. Bank sentral mencatat cadangan devisa meningkat menjadi US$150,1 miliar, naik dari US$149,9 miliar pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, yang dilakukan di tengah upaya menstabilkan nilai tukar rupiah.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa posisi cadangan devisa pada akhir November 2025 setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini berada di atas standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor.

Dari faktor eksternal, pelemahan dolar AS di pasar global turut memberikan dukungan bagi rupiah. Indeks dolar AS (DXY) melemah hingga menyentuh level terendahnya dalam lima pekan terakhir. Sentimen pasar semakin menguatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mulai memangkas suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mendatang.

Berdasarkan pantauan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan sekitar 87% peluang pemangkasan suku bunga AS, dengan potensi 2-3 kali penurunan tambahan pada tahun 2026. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter ini muncul setelah data tenaga kerja AS menunjukkan penurunan jumlah klaim tunjangan pengangguran ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun. Meskipun demikian, beberapa ekonom memperingatkan bahwa data tersebut berpotensi terdistorsi oleh libur Thanksgiving dan penundaan rilis data akibat penutupan pemerintah AS yang berlangsung lama.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar