Rupiah Bangkit Perkasa! Dolar AS Tertekan ke Rp16.830, Ini Alasannya

Rupiah Bangkit Perkasa! Dolar AS Tertekan ke Rp16.830, Ini Alasannya

Haluannews Ekonomi – Membuka perdagangan pagi ini, Selasa (3/3/2026), nilai tukar rupiah menunjukkan performa impresif dengan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Fenomena ini terjadi di tengah dominasi dolar AS yang justru kian perkasa di pasar global, menciptakan dinamika pasar yang menarik perhatian para pelaku ekonomi.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data Refinitiv yang dihimpun Haluannews.id, rupiah dibuka pada level Rp16.830/US$, mengukir apresiasi sebesar 0,15%. Penguatan ini menandai pembalikan arah yang signifikan setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah sempat melemah tajam 0,57% ke posisi Rp16.855/US$.

Rupiah Bangkit Perkasa! Dolar AS Tertekan ke Rp16.830, Ini Alasannya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB masih berada di zona hijau dengan kenaikan 0,11% di level 98,490. Bahkan, pada perdagangan Senin (2/3/2026), DXY ditutup menguat 0,79% ke posisi 98,381, menunjukkan sentimen positif yang kuat terhadap dolar AS secara global.

Analis pasar menilai, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih akan sangat dipengaruhi oleh gejolak dolar AS di kancah internasional. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memuncak pasca serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu menjadi faktor krusial yang belum mereda.

Reli dolar AS yang terjadi tajam setelah insiden tersebut menegaskan kembali perannya sebagai aset safe haven global. Di tengah memanasnya risiko geopolitik, dolar kembali memainkan fungsi klasiknya sebagai mata uang tujuan saat krisis, di mana investor cenderung mengamankan portofolio dan mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi.

Dinamika ini juga muncul setelah berbulan-bulan sempat muncul keraguan akan daya tarik otomatis dolar sebagai safe haven di tengah gejolak pasar. Keraguan itu menguat ketika dolar sempat gagal menguat dalam aksi jual global yang dipicu tarif besar-besaran tahun lalu. Namun, kondisi terkini membuktikan bahwa dolar kembali mendapatkan momentum ketika ketidakpastian meningkat tajam.

Pada perdagangan Senin kemarin, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, dengan DXY bahkan naik hampir 1% dan menjadi penguatan harian terbaik dalam tujuh bulan terakhir. Sejumlah analis menginterpretasikan kondisi ini sebagai contoh klasik skenario risk-off dari perspektif dolar AS, di mana pasar cenderung berbondong-bondong mencari keamanan.

Menguatnya indeks dolar tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap dolar AS, yang pada akhirnya dapat memberi tekanan pada mayoritas mata uang lain, termasuk rupiah. Meskipun demikian, ketahanan rupiah di awal perdagangan hari ini menunjukkan adanya faktor-faktor domestik atau aliran modal tertentu yang mampu menahan tekanan global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar