Rupiah Bangkit! Dolar AS Tumbang ke Level Rp 16.300

Rupiah Bangkit! Dolar AS Tumbang ke Level Rp 16.300

Haluannews Ekonomi – Nilai tukar Rupiah menunjukkan taringnya di pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (7/8/2025), dengan mengungguli Dolar Amerika Serikat (AS). Data dari Refinitiv menunjukkan Rupiah menguat 0,34% ke posisi Rp16.300 per Dolar AS, melanjutkan tren positif setelah tiga hari berturut-turut perkasa melawan mata uang Paman Sam.

COLLABMEDIANET

Sementara itu, indeks Dolar AS (DXY) terpantau sedikit menguat 0,05% ke level 98.22 pada pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, DXY mengalami tekanan signifikan dan ditutup terkoreksi 0,61% di level 98,17 pada perdagangan Rabu (6/8/2025).

Rupiah Bangkit! Dolar AS Tumbang ke Level Rp 16.300
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sentimen pasar menunjukkan Rupiah berpotensi melanjutkan penguatannya hari ini, didorong oleh pelemahan indeks Dolar AS. Penurunan DXY sebesar 0,61%, mencapai titik terendah dalam sepekan, menjadi angin segar bagi mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah yang dikenal sensitif terhadap pergerakan Dolar AS.

Pelemahan Dolar AS dipicu oleh beberapa faktor. Dari internal AS, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) semakin menguat. Hal ini didorong oleh data tenaga kerja dan Purchasing Managers’ Index (PMI) yang lebih rendah dari perkiraan.

Pernyataan dovish dari dua pejabat The Fed semakin memperkuat sentimen ini. Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, menyatakan bahwa ekonomi AS sedang melambat dan pemangkasan suku bunga mungkin diperlukan dalam waktu dekat.

Pengunduran diri Gubernur The Fed Adriana Kugler pada Jumat lalu menambah ketidakpastian. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Presiden Donald Trump akan menunjuk pengganti yang lebih condong pada kebijakan dovish, berpotensi mengurangi pengaruh Ketua The Fed Jerome Powell dalam pengambilan kebijakan.

Tekanan terhadap Dolar AS juga berasal dari kebijakan tarif yang kembali agresif dari Presiden Trump. Trump mengumumkan kenaikan tarif impor dari India menjadi 50% dari sebelumnya 25% sebagai respons terhadap pembelian minyak Rusia oleh India. Ia juga berencana menaikkan tarif untuk impor semikonduktor dan farmasi dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Trump telah menaikkan tarif atas beberapa produk asal Kanada menjadi 35% dan menetapkan tarif minimum global sebesar 10%. Negara-negara dengan surplus dagang terhadap AS juga akan dikenakan tarif tambahan sebesar 15% atau lebih mulai tengah malam 7 Agustus.

Saat ini, pasar memprediksi probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin mencapai 95% pada pertemuan FOMC 16-17 September 2025 dan 68% pada pertemuan berikutnya 28-29 Oktober 2025.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar