Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka dengan pelemahan cukup signifikan di awal pekan ini, tepatnya Selasa (19/8/2025), setelah libur cuti bersama peringatan HUT RI ke-78. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,28% di level Rp 16.200/US$. Namun, pelemahan semakin dalam hingga pukul 09.26 WIB, mencapai 0,54% dan menyentuh angka Rp 16.245/US$.

Related Post
Penguatan tipis indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,04% ke level 98,20 pada pukul 09.00 WIB turut mempengaruhi pergerakan rupiah. Beberapa faktor internal dan eksternal menjadi penentu pergerakan rupiah hari ini.

Di dalam negeri, perhatian tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung pada 19-20 Agustus 2025. Keputusan BI terkait suku bunga acuan sangat dinantikan investor dan akan berpengaruh besar pada aliran modal asing serta stabilitas rupiah.
Sementara itu, dari sisi global, perkembangan di Amerika Serikat menjadi sorotan utama. Pasar menanti hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga. Pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, di Simposium Jackson Hole akhir pekan ini juga akan menjadi penentu sentimen pasar. Sikap hawkish Powell berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan rupiah, sedangkan sikap dovish dapat memberikan ruang apresiasi bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar