Rp1.674 T! Paramount Amankan Warner Bros, Netflix Mundur Dramatis

Rp1.674 T! Paramount Amankan Warner Bros, Netflix Mundur Dramatis

Haluannews Ekonomi – Dinamika persaingan sengit dalam memperebutkan salah satu konglomerat media terbesar di Amerika Serikat, Warner Bros. Discovery (WBD), akhirnya mencapai puncaknya. Konsorsium Paramount Skydance dilaporkan telah memenangkan perebutan hak akuisisi, setelah raksasa layanan streaming Netflix secara mengejutkan memutuskan untuk tidak melanjutkan penawaran mereka. Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu perang penawaran paling fenomenal di industri hiburan dalam beberapa dekade terakhir. Jika kesepakatan ini rampung, portofolio media ternama seperti CNN, Nickelodeon, hingga HBO akan berada di bawah kendali keluarga miliarder teknologi, Larry Ellison, pendiri Oracle.

COLLABMEDIANET

Netflix Mundur, Prioritaskan Nilai Finansial

Rp1.674 T! Paramount Amankan Warner Bros, Netflix Mundur Dramatis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Netflix mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan menyamai tawaran terbaru yang diajukan oleh Paramount Skydance. Hal ini menyusul pernyataan dewan direksi Warner Bros. Discovery yang secara resmi menyebut proposal Paramount sebagai "penawaran yang lebih unggul," sesuai dengan ketentuan perjanjian merger awal yang mereka miliki dengan Netflix.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip Haluannews.id, Netflix menekankan bahwa meskipun kesepakatan awal mereka memiliki jalur yang jelas menuju persetujuan regulator dan berpotensi menciptakan nilai signifikan bagi pemegang saham, perusahaan menilai bahwa harga yang harus dibayarkan untuk menandingi tawaran Paramount sudah tidak lagi menarik secara finansial. "Transaksi ini selalu menjadi sesuatu yang ‘menarik untuk dimiliki’ pada harga yang tepat, bukan sesuatu yang ‘harus dimiliki’ dengan harga berapa pun," tegas Netflix, sebagaimana dimuat AFP pada Jumat (27/2/2026). Dengan tidak adanya tawaran balasan, dewan Warner Bros. Discovery kini dapat membatalkan perjanjian sebelumnya dengan Netflix dan melanjutkan proses akuisisi dengan Paramount.

Valuasi Fantastis dan Dukungan Miliarder

Dalam proposal terbarunya, Paramount menawarkan harga US$31 per saham secara tunai, meningkat US$1 dari tawaran sebelumnya. Penawaran ini menaksir valuasi Warner Bros. Discovery sekitar US$108 miliar, atau setara dengan sekitar Rp1.674 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.500/US$). Tidak hanya itu, Paramount juga menunjukkan komitmen finansial yang kuat dengan menawarkan biaya kompensasi pembatalan regulasi sebesar US$7 miliar jika kesepakatan gagal karena alasan hukum. Perusahaan juga bersedia menanggung biaya pembatalan senilai US$2,8 miliar yang seharusnya dibayarkan Warner Bros. kepada Netflix.

Dukungan finansial tambahan datang dari pendiri Oracle, Larry Ellison, yang merupakan ayah dari CEO Paramount Skydance, David Ellison. Larry Ellison menyatakan kesiapannya untuk menyuntikkan dana jika diperlukan demi memenuhi persyaratan solvabilitas dari bank pemberi pinjaman, menegaskan keseriusan dan kekuatan finansial di balik tawaran Paramount.

Sorotan Gedung Putih dan Keterlibatan Geopolitik

Proses akuisisi berskala raksasa ini bahkan menarik perhatian Gedung Putih. Presiden Donald Trump sempat menyatakan dirinya memiliki peran dalam hasil akhir kesepakatan tersebut. Baik Paramount maupun Netflix disebut berupaya menjaga hubungan baik dengan pemerintahan Trump selama proses berlangsung. Di tengah negosiasi, sejumlah anggota parlemen Partai Republik mengkritik Netflix, menuding platform tersebut mempromosikan konten pro-transgender, meskipun dibantah oleh Co-CEO Netflix, Ted Sarandos. Beberapa jam sebelum mundur dari persaingan, Sarandos terlihat memasuki Gedung Putih untuk bertemu pejabat pemerintah, meskipun tidak bertemu langsung dengan Trump.

Lapisan kompleksitas lain dalam tawaran Paramount adalah keterlibatan pendanaan dari dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) milik Arab Saudi, Qatar, dan Abu Dhabi. Keterlibatan investor Timur Tengah ini berpotensi menambah lapisan pengawasan dari regulator AS, mengingat sensitivitas geopolitik dan ekonomi.

Jika merger ini terealisasi, Paramount dan Warner Bros. akan menggabungkan layanan streaming HBO Max dan Paramount+, sekaligus menyatukan dua studio film terbesar Hollywood. Selain itu, CNN dan CBS News akan berada di bawah satu struktur kepemilikan yang sama, menciptakan kekuatan media baru dengan jangkauan global yang tak tertandingi, mengubah lanskap industri hiburan dan berita secara fundamental.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar