Haluannews Ekonomi – Kabar gembira datang dari sektor pertambangan! Indonesia dipastikan akan mendapatkan tambahan kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 12% secara cuma-cuma. Hal ini diungkapkan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani.

Related Post
Rosan menjelaskan, kesepakatan ini diperoleh setelah pertemuannya dengan CEO Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk, di Amerika Serikat. "Mereka sudah menyetujui untuk 12%," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/9/2025). Tambahan saham ini akan diberikan tanpa biaya alias free of charge. Negosiasi alot sebelumnya berkisar di angka 10%, namun akhirnya Indonesia berhasil mengamankan 12%.

Tak hanya itu, Freeport juga berencana untuk berinvestasi di bidang pendidikan dan kesehatan di Papua dengan membangun dua rumah sakit dan dua universitas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, telah membocorkan rencana penambahan saham PTFI ini. Ia menyebutkan bahwa realisasi penambahan saham ini ditargetkan pada Oktober 2025. Dengan tambahan 12% saham, kepemilikan Indonesia di PTFI akan melampaui 60%, dari sebelumnya 51%.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga telah memastikan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI pasca 2041. Syaratnya, pemerintah harus mendapatkan tambahan saham di atas 10%. Bahlil menekankan pentingnya perpanjangan IUPK untuk menjaga keberlanjutan produksi dan pendapatan negara, mengingat karakteristik tambang bawah tanah (underground mining) yang membutuhkan waktu eksplorasi yang panjang.
Penambahan saham ini menjadi angin segar bagi Indonesia, meningkatkan kontrol negara atas sumber daya alam strategis dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar