Revolusi Ekonomi Desa: Penerima PKH Kini Jadi Penggerak Koperasi!

Revolusi Ekonomi Desa: Penerima PKH Kini Jadi Penggerak Koperasi!

Haluannews Ekonomi – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, meluncurkan sebuah inisiatif transformatif yang bertujuan mengangkat derajat ekonomi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini mendorong mereka untuk menjadi anggota aktif Koperasi Desa (Kopdes) atau Kelurahan (Kel) Merah Putih. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengubah penerima bantuan sosial menjadi aktor ekonomi mandiri, dimulai dari Desa Gejugjati, Pasuruan, dengan ambisi untuk direplikasi secara nasional.

COLLABMEDIANET

Ferry menegaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih akan menjadi jembatan bagi program perlindungan sosial Kementerian Sosial (Kemensos) agar berkelanjutan dan lebih efektif. "Jika semua penerima manfaat PKH dan sembako bergabung dengan Kopdes, ini akan sangat meringankan tugas Kemensos dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semoga ikhtiar ini menjadi terobosan yang bisa kita lakukan di banyak tempat," ujar Ferry dalam sambutannya, seperti dilansir Haluannews.id.

Revolusi Ekonomi Desa: Penerima PKH Kini Jadi Penggerak Koperasi!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Visi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang tidak ingin masyarakat desa dan kelurahan hanya sekadar menjadi penerima manfaat program sosial, melainkan subjek dan pelaku ekonomi. Melalui Kopdes/Kel Merah Putih, mereka kini memiliki badan usaha sendiri yang diharapkan dapat menopang kemandirian ekonomi.

Para anggota Kopdes/Kel Merah Putih akan menikmati berbagai keuntungan signifikan. Mereka dipastikan akan memperoleh kemudahan akses terhadap komoditas bersubsidi esensial seperti pupuk dan gas LPG. Lebih dari itu, sebagai pemilik koperasi, mereka juga akan menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) di setiap akhir periode, yang merupakan akumulasi dari seluruh transaksi anggota dan masyarakat umum di koperasi. "Ketika Kopdes memiliki profit, akan dibagikan kembali kepada bapak ibu melalui SHU. Dengan begitu, ini akan mengangkat derajat hidupnya dari desil 1 ke desil 2 dan seterusnya," jelas Ferry.

Acara peluncuran di Gejugjati turut dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo. Momen tersebut juga ditandai dengan penyerahan simbolis kartu anggota Kopdes/Kel Merah Putih, buku simpanan keluarga penerima manfaat PKH, bantuan sembako, ayam petelur, serta modal kerja senilai Rp20 juta masing-masing dari BNI dan Bank Jatim. Dukungan juga mengalir dari Pupuk Indonesia dengan penyerahan 1 ton pupuk non-subsidi, serta Perum Bulog dan ID Food yang memberikan perangkat komputer, printer, dan paket sembako.

Pembangunan gerai Kopdes/Kel Merah Putih digencarkan secara masif. Berdasarkan data dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang bersinergi dengan TNI, sekitar 32 ribu gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya telah dibangun di seluruh Indonesia, dengan 2.200 di antaranya sudah rampung 100 persen. Ferry menambahkan, partisipasi masyarakat sebagai anggota koperasi diharapkan meningkat signifikan jika program ini dijalankan di seluruh desa.

Ferry juga menekankan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih diarahkan untuk menjadi offtaker produk masyarakat. Kementerian Koperasi dan UKM akan mendorong agar produk UMKM lokal di Pasuruan maupun Jawa Timur dapat diinkubasi, dikurasi, hingga mendapatkan pembiayaan. Produk-produk tersebut nantinya akan dipasarkan melalui gerai Kopdes/Kel Merah Putih. "Itu gunanya koperasi desa, menjadi penyerap produk-produk masyarakat, apakah itu peternakan, UMKM, kerajinan, kuliner, dan lain-lain," paparnya.

Menutup sambutannya, Ferry berpesan agar Kopdes Merah Putih di Gejugjati dapat dioptimalkan dan dikelola secara profesional. Ia mengingatkan bahwa koperasi ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan instrumen vital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di desa dan kelurahan, secara berkelanjutan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar