Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) siap melancarkan gebrakan besar dalam restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tahun ini, entitas anak hingga cucu usaha BUMN ditargetkan menyusut drastis, dari 1.043 menjadi sekitar 300 entitas. Langkah ambisius ini diungkapkan sebagai bagian dari upaya streamlining melalui tiga model strategis yang bertujuan menciptakan BUMN yang lebih ramping dan efisien.

Related Post
Dony Oskaria, Chief Operating Officer BPI Danantara, menjelaskan bahwa salah satu pilar utama strategi ini adalah divestasi aset dan bisnis yang dianggap non-core. Dalam forum Haluannews.id Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Dony menegaskan, "Ada tiga model yang kita lakukan, yang pertama ada yang divestasi, saya setuju dengan tadi yang disampaikan memang kalau itu bisnis yang non-core."

Sejumlah contoh konkret divestasi telah dipetakan. Di sektor karya, misalnya, perusahaan pengelola air akan dilepas karena dinilai bukan inti bisnis dan skala operasionalnya tidak signifikan. Demikian pula, unit fiber optik milik PT PP dan perusahaan motor listrik Gesits, yang sebelumnya diakuisisi WIKA dan kini di bawah Indonesia Battery Corporation (IBC), masuk dalam daftar divestasi. Bahkan, unit agen perjalanan milik Pertamina pun tak luput dari rencana ini.
Dony menambahkan, "Jadi banyak perusahaan-perusahaan hasil mapping kami yang memang ini non-core itu akan kita divestasi, karena dulu pada basicnya BUMN itu masuk di semua hal, mulai dari besar sampai yang sangat kecil, akibatnya swastanya tidak kebagian." Langkah ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi sektor swasta dan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih sehat dan kompetitif.
Selain divestasi, BPI Danantara juga fokus pada penataan ulang model bisnis BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan fokus inti. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menjadi salah satu entitas yang akan mengalami transformasi signifikan. Mulai tahun ini, PGN dipastikan tidak lagi beroperasi di sektor hulu, melainkan akan berkonsentrasi penuh pada segmen midstream dan downstream.
Dony menjelaskan, "Tugas mereka adalah menyalurkan gas sampai ke rumah-rumah, karena itu kita akan trial mulai di Batam, Batam kita akan melakukan pipanisasi ke seluruh rumah gas. Karena kita maunya PGN itu menjadi perusahaan gas negara yaitu untuk mendistribusikan gas." Pergeseran ini bertujuan mengembalikan PGN pada mandat utamanya sebagai distributor gas nasional yang efisien.
Meskipun detail model ketiga belum diuraikan secara spesifik dalam kesempatan tersebut, dua strategi utama ini menunjukkan komitmen BPI Danantara untuk merampingkan struktur BUMN secara fundamental. Transformasi ini bukan sekadar pengurangan jumlah, melainkan upaya strategis untuk menciptakan BUMN yang lebih lincah, fokus, dan berdaya saing global, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor swasta di area yang sebelumnya didominasi. Target ambisius memangkas lebih dari 700 entitas dalam setahun ini menandai era baru pengelolaan aset negara yang lebih efisien dan terarah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar