Haluannews Ekonomi – Indonesia, negara dengan cadangan nikel terbesar dunia (43% dari total global menurut Badan Geologi Amerika), mengalami lonjakan ekspor produk hilirisasi nikel hingga US$ 34 miliar sepanjang 2023. Angka ini jauh melampaui ekspor bijih nikel mentah pada 2017. Keberhasilan ini tak lepas dari peran sejumlah konglomerat yang menguasai tambang nikel di Tanah Air. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya:

Related Post
-
Kiki Barki: Pendiri PT Harum Energi Tbk (HRUM), konglomerat pertambangan batu bara yang juga merambah nikel melalui anak usahanya, PT Position (POS). POS memiliki sumber daya nikel diperkirakan mencapai 215 juta ton, terdiri dari bijih limonit dan saprolit. Forbes Indonesia menempatkan Kiki sebagai orang terkaya ke-42 dengan kekayaan US$ 1,3 miliar.
-
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: Pendiri Harita Group, konglomerasi besar yang bergerak di pertambangan nikel, batu bara, dan bauksit. Anak usahanya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), mencatatkan penjualan bijih nikel hingga 5,49 juta wmt dan produksi nikel dari lini HPAL sebesar 30.263 ton pada kuartal I-2025. Forbes menempatkan Lim sebagai orang terkaya ke-15 di Indonesia dengan kekayaan US$ 4 miliar.
-
Garibaldi Thohir (Boy Thohir): CEO dan pemilik saham Alamtri Resources Indonesia (sebelumnya Adaro Energy Indonesia), serta pemilik Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). MBMA, yang didukung oleh tambang nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral, menunjukkan kinerja impresif dengan peningkatan produksi nikel signifikan pada 2024.
-
Christopher Sumasto Tjia: Putra konglomerat Adi Sumasto Tjia, memiliki PT PAM Mineral Tbk (NICL) di bawah naungan Pintu Air Mas Group (PAM Group). NICL mencatat lonjakan volume penjualan nikel hingga 995.834 wmt pada kuartal I-2025, meningkat drastis dibandingkan periode sebelumnya.

Keempat konglomerat ini berperan penting dalam memajukan industri nikel Indonesia, mendorong hilirisasi, dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Dominasi mereka di sektor ini patut menjadi perhatian, mengingat potensi besar dan strategisnya komoditas nikel bagi masa depan Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar