Rahasia Sultan Terkuak! Robert Kiyosaki: Utang Kunci Kekayaan, Bukan Beban

Rahasia Sultan Terkuak! Robert Kiyosaki: Utang Kunci Kekayaan, Bukan Beban

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Persepsi umum masyarakat seringkali menempatkan utang sebagai momok dalam pengelolaan keuangan pribadi. Namun, seorang tokoh finansial terkemuka, Robert Kiyosaki, justru menyajikan perspektif yang kontroversial: utang, jika dimanfaatkan secara cerdas, dapat menjadi akselerator utama dalam membangun kekayaan. Penulis serial buku "Rich Dad Poor Dad" ini menegaskan bahwa kunci utamanya adalah memahami perbedaan fundamental antara "utang baik" dan "utang buruk."

COLLABMEDIANET

Melalui platform resminya, Kiyosaki menyoroti bahwa pandangan yang menyamaratakan semua utang sebagai hal merugikan adalah sebuah kekeliruan. "Aturan main uang yang baru mensyaratkan penggunaan utang jika Anda berambisi menjadi kaya. Syarat mutlaknya, utang tersebut haruslah tergolong utang baik," demikian kutipan dari Kiyosaki yang disarikan oleh Haluannews.id pada Minggu (15/2/2026).

Rahasia Sultan Terkuak! Robert Kiyosaki: Utang Kunci Kekayaan, Bukan Beban
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kiyosaki menjelaskan, "utang buruk" adalah pinjaman yang dialokasikan untuk membiayai liabilitas, seperti pembelian kendaraan pribadi atau biaya liburan mewah. Jenis pengeluaran ini dianggap tidak produktif karena cenderung mengalami depresiasi nilai dan tidak menghasilkan aliran kas positif. Sebaliknya, "utang baik" didefinisikan sebagai pinjaman yang digunakan untuk mengakuisisi aset-aset yang memiliki potensi menghasilkan pendapatan rutin atau apresiasi nilai.

"Inilah esensi dari utang baik. Diperlukan tingkat kecerdasan finansial yang superior untuk mengaplikasikannya secara tepat, namun ketika berhasil, Anda akan menyaksikan percepatan akumulasi kekayaan," ujar Kiyosaki. Ia kemudian memberikan ilustrasi konkret melalui investasi properti.

Misalnya, sebuah properti diakuisisi seharga US$100.000 (setara Rp1,68 miliar, dengan asumsi kurs Rp16.800 per dolar AS). Dari total nilai tersebut, US$80.000 dibiayai melalui skema pinjaman dengan bunga sekitar 5% per tahun, sementara sisa US$20.000 (sekitar Rp336 juta) merupakan modal tunai dari investor. Berdasarkan perhitungan hipotik sederhana, beban tahunan untuk pinjaman tersebut diperkirakan mencapai US$8.500.

Apabila properti tersebut mampu menghasilkan pendapatan sewa sebesar US$11.000 setiap tahun, maka setelah dikurangi biaya pinjaman, investor masih mengantongi pendapatan bersih sekitar US$2.500 (sekitar Rp42 juta). Dengan modal awal sebesar US$20.000, tingkat pengembalian investasi (Return on Investment/ROI) yang dicapai mencapai kisaran 12,5% per tahun.

Kiyosaki menggarisbawahi bahwa persentase keuntungan ini melampaui rata-rata imbal hasil dari instrumen investasi konvensional. Namun, ia juga memberikan penekanan kuat bahwa strategi ini menuntut pemahaman finansial yang mendalam dan perhitungan yang cermat. Tanpa fondasi kecerdasan finansial yang memadai, utang yang seharusnya menjadi alat pengungkit kekayaan justru berpotensi berubah menjadi jerat beban keuangan yang memberatkan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar