Rahasia Indomie Ditarik di Australia Terungkap!

Rahasia Indomie Ditarik di Australia Terungkap!

Haluannews Ekonomi – Geger! Berita penarikan produk Indomie di Australia membuat publik bertanya-tanya. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), produsen Indomie, akhirnya angkat bicara melalui Corporate Secretary Gideon A. Putro dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/12). Penjelasannya cukup mengejutkan.

COLLABMEDIANET

Gideon menegaskan, semua produk Indomie yang diproduksi di Indonesia telah memenuhi standar keamanan pangan BPOM RI dan Codex Standard for Instant Noodles. Produk-produk tersebut juga telah mengantongi Sertifikasi SNI dan diproduksi di fasilitas bersertifikasi ISO 22000 atau FSSC 22000. Ekspor Indomie ke luar negeri, termasuk Australia, juga selalu mematuhi peraturan setempat.

Rahasia Indomie Ditarik di Australia Terungkap!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, masalah muncul bukan dari produk resmi Indofood. Gideon menjelaskan, produk Indomie yang ditarik di Australia merupakan produk impor paralel, bukan dari distributor resmi Indofood. Buktinya, kemasan produk tersebut menggunakan bahasa Indonesia, bukan Inggris. Haluannews.id mencatat beberapa varian Indomie yang ditarik, antara lain Indomie Mi Goreng Rasa Rendang, Ayam Bawang, Soto Mie, dan Mi Goreng Aceh dengan berbagai tanggal kedaluwarsa.

Produk-produk tersebut, menurut Gideon, memang ditujukan untuk pasar Indonesia dan telah terdaftar di BPOM RI, lengkap dengan informasi alergen sesuai Peraturan BPOM RI No. 31 Tahun 2018. Berbeda dengan produk ekspor resmi Indofood ke Australia yang berlabel "Export Product" berbahasa Inggris dan mencantumkan informasi alergen sesuai standar Australia.

"Hingga saat ini, tidak ada sanksi dari otoritas Australia terhadap Perseroan," tegas Gideon. Ia menambahkan, penarikan tersebut tidak berdampak material pada operasional dan kinerja keuangan Indofood. Distribusi Indomie resmi di Australia tetap berjalan normal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar