Rahasia Cuan di Tengah IHSG Volatil: Ini Dia Juaranya!

Rahasia Cuan di Tengah IHSG Volatil: Ini Dia Juaranya!

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang volatil pada perdagangan Kamis (19/2), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi dengan koreksi. Meskipun demikian, di tengah gejolak tersebut, sejumlah aksi korporasi menarik dari emiten serta rekomendasi saham potensial muncul sebagai sorotan bagi investor yang jeli mencari peluang.

COLLABMEDIANET

IHSG tercatat melemah 0,43%, menutup perdagangan di level 8.274,08. Koreksi ini terjadi di tengah pergerakan investor asing yang menunjukkan pola campuran. Tercatat jual bersih sebesar Rp245,37 miliar di pasar reguler, namun secara agregat di seluruh pasar, investor asing justru membukukan beli bersih senilai Rp387,80 miliar. Saham-saham berbasis komoditas seperti MBMA, MDKA, dan AMMN tampil sebagai penopang, meredam tekanan lebih lanjut pada indeks. Sebaliknya, saham-saham berkapitalisasi besar seperti BMRI, DCII, dan DSSA justru menjadi pemberat. Dari sebelas sektor yang ada, lima di antaranya terjerembab ke zona merah, dengan sektor teknologi menjadi yang paling tertekan, kontras dengan sektor industri dasar yang menunjukkan penguatan signifikan. Sentimen negatif juga tercermin dari koreksi pada indeks offshore ETF EIDO dan MSCI Indonesia.

Rahasia Cuan di Tengah IHSG Volatil: Ini Dia Juaranya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di tengah fluktuasi pasar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melalui anak usahanya, Telemedia Komunikasi Pratama, meluncurkan layanan inovatif 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz dengan merek "Internet Rakyat" pada 19 Februari. Inisiatif strategis ini menargetkan fase komersialisasi penuh dengan 5.500 site aktif pada tahun 2026, berfokus di Region-1 yang mencakup Jawa, Maluku, dan Papua, dengan proyeksi jangkauan lebih dari 5 juta pelanggan. Layanan ini menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps dengan harga kompetitif Rp100.000 per bulan, jauh di bawah batas harga maksimal yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital sebesar Rp147.000. Penggunaan spektrum 1,4 GHz disebut menjadi keunggulan utama, terutama untuk penetrasi jaringan di dalam ruangan, membuka peluang pasar yang luas.

Sementara itu, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengumumkan rencana penambahan modal melalui skema rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 24 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Dana yang terkumpul dari aksi korporasi ini direncanakan untuk mengakuisisi sejumlah properti strategis di berbagai lokasi, termasuk Plaza Gresik, Sinar Matahari Bogor, Mega M Kedung Badak Bogor, Gedoeng Merah eks Matahari Malioboro, serta lahan tambahan seperti rumah susun di Dukuh Menanggal dan lahan di Balaraja. Total nilai transaksi ini diperkirakan mencapai Rp780 miliar dan akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 30 Maret. Langkah ini menunjukkan upaya MPPA untuk memperkuat aset dan ekspansi bisnisnya.

Bagi investor yang mencari peluang di tengah ketidakpastian, InvestasiKu, sebagaimana dilaporkan oleh Haluannews.id, telah menghimpun 5 rekomendasi saham yang patut dicermati untuk perdagangan hari ini:

  • ADMR: Buy 2000-2020 | TP 2060-2120 | SL 1880
  • NICL: Buy 1230-1240 | TP 1290-1320 | SL 1170
  • NOBU: Buy 570-580 | TP 590-605 | SL 540
  • BULL: Buy 520-530 | TP 550-560 | SL 494
  • ANTM: Buy 4200-4210 | TP 4280-4400 | SL 3940

Penting untuk diingat bahwa setiap analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor, disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Berinvestasilah dengan bijak.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar