Haluannews Ekonomi – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus menunjukkan langkah agresif dalam memperkuat posisinya di lanskap perbankan digital Tanah Air. Dengan serangkaian inovasi yang dirancang untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi secara digital, Bank Raya bertekad menjadi pemain kunci dalam ekosistem ekonomi digital yang kian berkembang pesat.

Related Post
Proyeksi ambisius dari Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia mengindikasikan bahwa potensi ekonomi digital Tanah Air akan melesat hingga Rp 2.118 triliun (sekitar US$130 miliar) pada tahun 2025, dan diprediksi melonjak tajam menjadi Rp 5.800 triliun (sekitar US$360 miliar) pada tahun 2030. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai lokomotif ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN. Potensi luar biasa ini didorong oleh populasi terbesar keempat di dunia, penetrasi internet yang mencapai lebih dari 200 juta pengguna, pertumbuhan kelas menengah, serta dukungan kuat dari sektor-sektor vital seperti e-commerce, fintech, transportasi daring, dan gaming online.

Dalam konteks ini, bank digital memegang peran sentral sebagai tulang punggung ekonomi digital. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga menghadirkan efisiensi operasional dan akses layanan perbankan 24/7 tanpa batasan fisik kantor. Berbekal integrasi teknologi mutakhir, bank digital secara aktif mendorong pertumbuhan ekonomi melalui transaksi real-time, inovasi fitur, dan perluasan jangkauan layanan ke area-area yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bank Raya tidak hanya berhenti pada retorika. Sebagai bagian integral dari BRI Group, Bank Raya senantiasa mengoptimalkan sinergi dalam ekosistemnya untuk menjawab kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang kini telah sepenuhnya bertransformasi ke ranah digital. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan inovasi teknologi, perluasan akses layanan keuangan, serta penjangkauan lebih banyak lapisan masyarakat. Implementasi teknologi menjadi prioritas utama, didukung oleh peningkatan kapasitas digital, penyusunan kebijakan yang adaptif, dan penguatan tata kelola teknologi informasi.
Di samping itu, perlindungan data nasabah menjadi aspek krusial yang dijamin secara komprehensif oleh Bank Raya. Upaya menjaga kelancaran layanan digital dan penguatan aspek keamanan menjadi fokus utama untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan nasabah.
Daya Tarik Bank Digital di Mata Generasi Muda
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyoroti bahwa bank digital telah menjadi alternatif menarik bagi masyarakat, terutama generasi muda, dalam mengelola transaksi keuangan mereka. Kemudahan yang ditawarkan, mulai dari pembukaan rekening, pembayaran, hingga pembiayaan, semuanya serba digital dan efisien.
"Kemudahan dan kecepatan transaksi digital menjadi daya tarik utama, khususnya bagi generasi muda. Mereka kini cenderung memilih bank digital, bahkan sebagai pelengkap rekening bank konvensional mereka. Bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan (unbanked), kehadiran bank digital secara signifikan meningkatkan inklusi keuangan, baik dari sisi kepemilikan rekening maupun akses layanan lainnya," ungkap Nailul Huda kepada Haluannews.id, Senin (9/3/2026).
Nailul menambahkan, kemudahan pembiayaan menjadi senjata ampuh bagi bank digital untuk memperluas penetrasi pasar. Peningkatan penyaluran pembiayaan ini berpotensi menjadi mesin penggerak perekonomian, mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui tambahan modal yang beredar di masyarakat.
Inovasi dan Kinerja Moncer Bank Raya
Sebagai digital attacker BRI Group, Bank Raya secara konsisten menggencarkan inovasi produk dan fitur di bisnis digital. Aplikasi Raya menjadi bukti nyata komitmen ini, berhasil mendorong adopsi keuangan digital di kalangan masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas.
Capaian positif ini terefleksi dari kinerja keuangan Bank Raya. Berkat dukungan akselerasi pertumbuhan bisnis, baik dari sisi penyaluran kredit digital, transaksi, maupun berbagai inovasi strategis, Bank Raya berhasil membukukan total kredit sebesar Rp 7,72 triliun, tumbuh 8,3% secara tahunan (yoy) pada kuartal IV-2025.
Khusus penyaluran kredit digital, angkanya melesat 39,8% (yoy) menjadi Rp 28,75 triliun hingga kuartal IV-2025. Ini turut mendorong pertumbuhan signifikan outstanding kredit digital Bank Raya yang mencapai Rp 3,07 triliun, atau tumbuh 33,9% (yoy).
"Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas yang tercermin dari pertumbuhan yang merata di segmen bisnis digital. Kami optimis masih memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital," ujar Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia.
Sepanjang tahun 2025, Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 111 fitur inovatif pada Aplikasi Raya. Salah satunya adalah Kartu Digital Debit Visa yang melengkapi fitur pembayaran, memungkinkan nasabah bertransaksi di jaringan merchant online Visa domestik dan internasional, termasuk e-commerce, platform transportasi online, dan berbagai platform lainnya.
Tak hanya itu, Bank Raya juga memperkenalkan fitur "Uang Saku" dalam produk digital saving-nya. Fitur ini memungkinkan anak-anak berusia 10 hingga 16 tahun (terdaftar di KK dan memiliki KIA) untuk belajar menabung dan mengelola keuangan secara digital sejak dini. Orang tua pun dimudahkan dalam mengontrol limit pengeluaran, mengawasi, serta mengevaluasi kebiasaan finansial anak melalui Aplikasi Raya.
Optimalisasi adopsi "Saku Bisnis" juga terus digencarkan di berbagai klaster komunitas pelaku usaha. Hingga Desember 2025, Saku Bisnis Bank Raya telah dimanfaatkan oleh lebih dari 10.000 pelaku usaha di berbagai kota, termasuk di 200 Klaster komunitas Bank Raya di seluruh Indonesia.
Di sektor pembayaran, Bank Raya menghadirkan fitur "Buy Now Pay Later" (BNPL) bernama Raya Paylater. Fitur ini menawarkan pilihan pembiayaan tambahan bagi pengguna Aplikasi Raya dengan ketentuan pembayaran yang transparan dan fleksibel, serta plafon maksimal Rp 5 juta.
Capaian positif juga terlihat pada pertumbuhan digital saving sebesar Rp 2,20 triliun, melonjak 66,7% (yoy). Ini diimbangi dengan peningkatan transaksi Aplikasi Raya sebesar 16,3% (yoy), mencapai 4,7 juta transaksi. Angka ini diproyeksikan terus meningkat seiring dengan pengembangan fitur dan inovasi yang memenuhi kebutuhan nasabah dalam bertransaksi perbankan digital dan mengelola keuangan sehari-hari.
Perluasan kredit digital sebagai bisnis berkelanjutan juga menjadi fokus Bank Raya, sebagai wujud optimalisasi sinergi dalam ekosistem BRI Group. Hingga kuartal VI-2025, Pinang Dana Talangan, salah satu produk unggulan Bank Raya yang mendukung produktivitas bisnis keagenan, mencatatkan outstanding tumbuh 52,9% (yoy) menjadi Rp 1,08 triliun. Pada saat yang sama, outstanding Pinang Flexi meningkat 20,5% (yoy) menjadi Rp 1,03 triliun. Hasil ini menegaskan peran aktif Bank Raya dalam menyalurkan kredit untuk mendukung kebutuhan finansial dan pertumbuhan usaha masyarakat.
"Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas, kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital," tegas Bagus mengakhiri.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar