Pola Beruang Mengintai! IHSG Stagnan, Analis Ungkap Sinyal Bahaya Baru

Pola Beruang Mengintai! IHSG Stagnan, Analis Ungkap Sinyal Bahaya Baru

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang mengejutkan pada penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026). Setelah sempat tertekan cukup dalam sepanjang hari, indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil mengakhiri sesi dengan posisi stagnan, nyaris tanpa perubahan signifikan. Pada puncaknya, IHSG sempat anjlok hingga 1,47%, namun secara dramatis mampu memangkas koreksi tersebut. Akhirnya, IHSG ditutup menguat tipis 0,22 poin, berada di level 8.235,48.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan hari ini mencatatkan nilai transaksi yang substansial, mencapai Rp38,25 triliun. Sebanyak 47,64 miliar saham berpindah tangan melalui 2,53 juta kali transaksi. Meskipun demikian, sentimen pasar terbagi, terlihat dari 315 saham yang melemah, berbanding tipis dengan 341 saham yang menguat, sementara 163 saham lainnya tidak bergerak.

Pola Beruang Mengintai! IHSG Stagnan, Analis Ungkap Sinyal Bahaya Baru
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut analisis Haluannews.id (mengutip data Refinitiv), kinerja IHSG yang kurang optimal ini sebagian besar dipicu oleh tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Emiten-emiten dengan bobot signifikan terhadap indeks, terutama dari sektor energi dan konglomerasi seperti BREN, DSSA, dan TPIA, serta raksasa perbankan seperti BBCA dan BBRI, menjadi penekan utama yang menghambat laju indeks.

Ke depan, pergerakan pasar saham diperkirakan akan cenderung bergerak sideways dengan potensi pelemahan. Ruang koreksi terbuka lebar setelah pada perdagangan Kamis kemarin, investor mulai melakukan aksi ambil untung atau taking profit.

Dari perspektif teknikal, pelemahan IHSG pada Kamis lalu juga mengindikasikan sinyal koreksi lanjutan yang kian jelas. Indikasi ini muncul melalui pembentukan pola Bearish Rising Wedge, sebuah formasi yang terbentuk ketika harga bergerak naik dalam rentang yang semakin menyempit. Kondisi ini sering diinterpretasikan sebagai tanda bahwa momentum penguatan mulai memudar dan indeks rawan berbalik arah.

Pola wedge ini terbentuk setelah IHSG sempat mengalami penurunan tajam pada akhir Januari, kemudian perlahan merangkak naik. Namun, indeks beberapa kali gagal menembus level psikologis 8.400. Kegagalan penguatan di area tersebut, diikuti dengan pembentukan wedge, secara teoritis seringkali berakhir dengan penembusan ke bawah, memicu koreksi yang lebih dalam. Jika skenario Bearish Rising Wedge ini terkonfirmasi, IHSG berpotensi menguji area support krusial di kisaran 7.900 hingga 7.800, yang berarti ada potensi penurunan sekitar 4% dari level saat ini.

Para investor disarankan untuk tetap waspada dan mencermati perkembangan pasar, mengingat sinyal teknikal yang menunjukkan potensi koreksi lanjutan di tengah volatilitas.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar