Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia menghadapi tekanan signifikan pada perdagangan sesi I Jumat, 27 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 1,5%, terperosok ke level 8.093, sementara nilai tukar Rupiah melemah tajam hingga menyentuh Rp 16.780 per Dolar AS. Kondisi ini terjadi di tengah sentimen negatif dari peringatan lembaga pemeringkat global S&P mengenai potensi penurunan peringkat utang Republik Indonesia.

Related Post
Peringatan dari S&P Global Ratings ini tentu menjadi sorotan utama para investor dan pelaku pasar. Kekhawatiran akan stabilitas fiskal dan kemampuan pembayaran utang negara dapat memicu aksi jual di pasar saham dan mendorong pelemahan mata uang secara berkelanjutan. Analisis mendalam mengenai dinamika pergerakan pasar modal RI ini telah diulas oleh Serliana Salsabila dalam program Profit, Haluannews.id, pada hari yang sama, memberikan perspektif komprehensif atas gejolak yang terjadi.

Penurunan IHSG yang signifikan dan pelemahan Rupiah hingga mendekati level psikologis Rp 17.000 per Dolar AS mengindikasikan respons pasar yang cukup sensitif terhadap prospek makroekonomi dan kebijakan fiskal. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjaga kepercayaan investor dan meredam gejolak yang lebih lanjut, terutama dalam menghadapi potensi revisi peringkat utang yang dapat berdampak jangka panjang pada biaya pinjaman negara dan arus investasi asing.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar