Perebutan Kursi Direksi BEI Memanas: OJK Ungkap Fakta Krusial!

Perebutan Kursi Direksi BEI Memanas: OJK Ungkap Fakta Krusial!

Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menjadi sorotan utama seiring dengan semakin dekatnya pemilihan jajaran direksi untuk periode 2026-2030. Isu mengenai empat paket calon direksi yang beredar luas di kalangan pelaku pasar modal, termasuk nama-nama terkemuka seperti Laksono Widodo, Jeffrey Hendrik, Iding Pardi, dan Edwin Ridwan, kini mendapat tanggapan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, OJK menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada satu pun paket calon direksi yang didaftarkan secara resmi ke meja regulator.

COLLABMEDIANET

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa batas akhir penyampaian paket calon direksi ke OJK ditetapkan pada 4 Mei 2026. "Deadline-nya belum ada yang masuk. 4 Mei 2026, waktu terakhir pengajuan-pengajuan ke OJK. Nah selanjutnya berproses di OJK," ujar Hasan saat ditemui di gedung BEI Jakarta, Kamis (2/4/2026), seperti dikutip dari Haluannews.id.

Perebutan Kursi Direksi BEI Memanas: OJK Ungkap Fakta Krusial!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hasan menjelaskan, perhitungan eligibilitas atau kelayakan anggota bursa (AB) dalam pencalonan direksi didasarkan pada data aktivitas selama satu tahun terakhir, yakni periode April 2025 hingga Maret 2026. Data ini baru saja rampung per 31 Maret. "Kan datanya baru cut-off-nya per kemarin. 31 Maret. Jadi periode satu tahun data yang menjadi acuan kelayakan atau kewenangan pengajuan calon oleh anggota bursa, itu adalah data periode April tahun lalu sampai Maret tahun ini, satu tahun. Datanya baru kemarin," jelasnya. Dengan ketersediaan data tersebut, para AB kini telah mengetahui porsi hak suara mereka berdasarkan nilai dan aktivitas transaksi yang telah dilakukan.

Regulator menekankan pentingnya proses pencalonan yang tidak dilakukan secara sembarangan tanpa seleksi yang matang. "Kompetensinya harus cakap, kompetensinya harus bagus. Itu tugas mereka tuh sebagai anggota bursa. Baru setelah matang, terbentuk paket calon yang layak. Kami harapkan itulah yang nanti diajukan ke OJK pada saat ini," tegas Hasan. Ia melanjutkan, penekanan terhadap integritas menjadi aspek utama yang harus diperhatikan oleh setiap AB dalam mengajukan kandidat. Anggota bursa diwajibkan melakukan penelitian dan penelaahan mendalam terhadap aspek kecakapan, kapasitas, kompetensi, serta integritas calon direksi yang diusung.

Sesuai ketentuan OJK, setiap paket direksi BEI harus diusung oleh minimal 10 Anggota Bursa (AB). Persyaratan ini mengacu pada kombinasi sejumlah indikator, meliputi nilai transaksi, frekuensi perdagangan, dan porsi aktivitas anggota bursa. "10 AB. Kan ada persentase dari nilai, kemudian dari transaksi ya, dari frekuensi. Nah itu kombinasi itu semua masih dibaca nanti pasalnya. Kurang lebih sih sudah diatur secara detail ya, eligibility atau siapa saja anggota bursa dan berapa porsi yang akan dihitung untuk dapat mencalonkan paket tapi ya," ungkap Hasan di Gedung BEI, di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Berikut adalah rincian empat paket calon direksi BEI yang santer diberitakan di media massa:

  • Paket Pertama: Iding Pardi, Zaki Mubarak, Yulianto Aji Sadono, Umi Kulsum, Ahmad Subagja, Yohannes Liauw, Andre Tjahjamuljo.
  • Paket Kedua: Jeffrey Hendrik, Irvan Susandy, R. Haidir Musa, Irwan Abdalloh, R. M Irwan, dan Atep Salyadi Dariah Saputra.
  • Paket Ketiga: Laksono Widodo, Fifi Virgantria, Heru Handayanto, John Tambunan, Donny Arsal, Lidia M. Panjaitan, dan Saidu Solihin.
  • Paket Keempat: Edwin Ridwan, Feb Sumandar, Gurasa Siagian, Suryadi, Freddy Hendradjaja, Aji Sudarmaji, serta Yohanes Arts Abimanyu.

Dengan tenggat waktu yang semakin mendekat, dinamika pencalonan direksi BEI diprediksi akan semakin intens. OJK menekankan pentingnya seleksi yang ketat dan berkualitas demi menjaga integritas dan kinerja pasar modal Indonesia ke depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar