Haluannews Ekonomi – Ancaman eskalasi konflik Iran-Israel terhadap harga komoditas global, khususnya minyak mentah, menjadi sorotan. Head of Industry & Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani, dalam wawancara di program Squawk Box Haluannews.id (Jumat, 20/06/2025), memaparkan dampaknya terhadap Indonesia yang terbilang beragam.

Related Post
Potensi lonjakan subsidi energi menjadi ancaman nyata jika harga minyak mentah melesat di atas US$ 100 per barel, melampaui target pemerintah. Kenaikan harga ini berpotensi menggerus APBN dan menambah beban fiskal. Namun, di sisi lain, Indonesia berpotensi meraih keuntungan dari kenaikan harga komoditas ekspor unggulan.

Sayangnya, peningkatan harga tersebut belum memberikan dampak signifikan karena volume ekspor Indonesia belum mengalami kenaikan yang substansial. Artinya, potensi keuntungan dari peningkatan harga komoditas masih belum terealisasi secara optimal. Indonesia perlu meningkatkan daya saing dan volume ekspor untuk benar-benar merasakan dampak positif dari situasi geopolitik ini.
Dendi Ramdani menekankan perlunya pemerintah dan pelaku usaha untuk mewaspadai potensi negatif sekaligus memanfaatkan peluang yang ada. Strategi mitigasi risiko dan optimalisasi potensi ekspor menjadi kunci agar Indonesia dapat melewati situasi ini dengan baik dan meminimalisir dampak negatifnya terhadap perekonomian nasional. Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kenaikan harga energi dan memastikan keberlanjutan program subsidi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar