Pengemis Tajir Melintir! Hartanya Bikin Geleng Kepala

Pengemis Tajir Melintir! Hartanya Bikin Geleng Kepala

Haluannews Ekonomi – Di tengah hiruk pikuk kota Mumbai, India, seorang pengemis bernama Bharat Jain menjadi sorotan karena kekayaannya yang fantastis. Kisahnya membuktikan bahwa profesi yang kerap dipandang sebelah mata ini ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi uang yang tak terduga.

COLLABMEDIANET

Jain, yang sering terlihat mengemis di jalanan Mumbai, dilaporkan memiliki kekayaan mencapai lebih dari 14,8 miliar rupiah. Jumlah ini tentu saja jauh melebihi pendapatan rata-rata pekerja kantoran atau bahkan pengusaha kecil.

Pengemis Tajir Melintir! Hartanya Bikin Geleng Kepala
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sulit, Jain tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal. Namun, keterbatasan ini tidak menghalanginya untuk mencari nafkah. Dengan bermodalkan belas kasihan orang lain, ia berhasil mengumpulkan uang sedikit demi sedikit hingga menjadi pengemis terkaya di dunia.

Penghasilan Jain dari mengemis diperkirakan mencapai 11 juta rupiah per bulan. Uang ini kemudian ia investasikan dalam berbagai aset, termasuk apartemen dua kamar tidur di Mumbai senilai 2,3 miliar rupiah dan dua toko yang disewakannya dengan harga 30.000 rupee per bulan.

Meskipun telah memiliki kekayaan yang melimpah, Jain tetap memilih untuk mengemis. Dalam sehari, ia mampu menghasilkan antara 365.000 hingga 500.000 rupiah hanya dengan mengemis selama 10 hingga 12 jam.

Keluarga Jain sendiri hidup dengan nyaman di apartemen mereka. Anak-anaknya bersekolah, sementara anggota keluarga lainnya memiliki toko alat tulis. Meskipun seringkali disarankan untuk berhenti mengemis, Jain tetap teguh pada keputusannya dan terus menjalankan profesinya hingga saat ini. Kisah Jain ini menjadi bukti bahwa kesuksesan bisa datang dari mana saja, bahkan dari pekerjaan yang paling diremehkan sekalipun.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar