Pecah Rekor! RI-China Gempur Dolar AS, Transaksi Lokal Melejit

Pecah Rekor! RI-China Gempur Dolar AS, Transaksi Lokal Melejit

Haluannews Ekonomi – Indonesia semakin menunjukkan keberaniannya dalam mendobrak dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi perdagangan internasional. Bank Indonesia (BI) secara aktif mendorong perluasan skema Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction/LCT) dengan berbagai negara mitra, dengan Tiongkok menjadi salah satu pionir yang menunjukkan perkembangan paling pesat dan signifikan.

COLLABMEDIANET

Lompatan signifikan terlihat jelas dalam transaksi LCT dengan Tiongkok, yang menggunakan mata uang Yuan atau Renminbi. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa pada Desember 2025, nilai transaksi LCT dengan mata uang Yuan (CNY) telah melonjak drastis, mencapai angka US$ 2,7 miliar. Angka ini jauh melampaui rata-rata bulanan sebelumnya yang berkisar di US$ 1 miliar, menandai rekor baru dalam upaya diversifikasi mata uang.

Pecah Rekor! RI-China Gempur Dolar AS, Transaksi Lokal Melejit
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Transaksi dengan Tiongkok terus mengalami peningkatan yang impresif. Bahkan, hanya dalam satu bulan di Desember saja, nilainya sudah mencapai US$ 2,7 miliar," ujar Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI secara daring pada Kamis (19/2/2026). Pernyataan ini menegaskan komitmen BI untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang Paman Sam.

Untuk memastikan momentum ini berlanjut, BI secara proaktif terus memperdalam pasar valuta asing (valas) untuk pasangan mata uang Rupiah dengan Yuan/Renminbi. Langkah ini krusial agar pemanfaatan LCT dapat terus dioptimalkan di masa mendatang. Destry menambahkan, "Ini adalah upaya berkelanjutan yang kita tingkatkan agar tidak semua transaksi bergantung pada dolar. Kami melihat pasokan mata uang lokal semakin bertambah, namun memang masih diperlukan usaha lebih lanjut untuk meningkatkan suplai CNY dan CNX di pasar valas domestik kita."

Inisiatif ini bukan sekadar diversifikasi, melainkan langkah strategis Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global yang terus berubah, sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha dalam negeri.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar