Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia menutup pekan dengan performa yang kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah, sementara nilai tukar Rupiah juga terpantau melemah signifikan menjelang libur panjang akhir pekan. Sentimen negatif yang menyelimuti pasar diperkirakan menjadi pemicu utama koreksi ini, mendorong investor untuk mengambil posisi hati-hati.

Related Post
Pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, IHSG anjlok 0,79%, bertengger di level 8.200. Bersamaan dengan itu, Rupiah juga tak mampu menahan tekanan, berada di kisaran Rp 16.800 per Dolar AS. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai arah pasar modal Tanah Air pasca-liburan, mengingat volatilitas yang terjadi.

Menanggapi dinamika pasar yang memerah ini, Equity Analyst Haluannews.id, Gelson Kurniawan, dalam program Squawk Box Haluannews.id (Jumat, 13/02/2026), menganalisis bahwa tekanan jual menjelang libur panjang seringkali terjadi sebagai bentuk profit-taking atau kehati-hatian investor. "Sentimen pasar yang kurang kondusif, baik dari faktor domestik maupun global, turut membebani pergerakan IHSG dan Rupiah," ujarnya. Ia menambahkan bahwa investor cenderung mengurangi eksposur risiko sebelum pasar tutup dalam waktu yang lebih lama, guna menghindari potensi gejolak tak terduga selama periode libur.
Koreksi ini mengindikasikan perlunya kewaspadaan bagi pelaku pasar. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen pasca-liburan, termasuk data ekonomi yang akan dirilis, kebijakan moneter global, serta dinamika pasar komoditas yang dapat mempengaruhi prospek ekonomi domestik. Investor disarankan untuk memantau perkembangan tersebut dengan cermat setelah pasar kembali dibuka.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar