Paradoks Adira: Pendapatan Melejit, Laba Terjun Bebas!

Paradoks Adira: Pendapatan Melejit, Laba Terjun Bebas!

Haluannews Ekonomi – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF), emiten pembiayaan terkemuka di Indonesia, mencatatkan fenomena menarik sepanjang tahun 2025. Meskipun berhasil membukukan kenaikan pendapatan yang solid, laba bersih perseroan justru mengalami koreksi signifikan.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukeran informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih tahun berjalan ADMF per Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,54 triliun. Angka ini menyusut 14,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan masih mengantongi laba sebesar Rp1,81 triliun pada tahun 2024.

Paradoks Adira: Pendapatan Melejit, Laba Terjun Bebas!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kontras dengan penurunan laba, pendapatan ADMF justru menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,88%. Total pendapatan perseroan mencapai Rp12,12 triliun pada tahun 2025, meningkat dari Rp11,78 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, kenaikan beban operasional menjadi faktor penekan utama. Total beban perseroan melonjak menjadi Rp10,14 triliun dari Rp9,5 triliun, menggerus margin keuntungan yang diperoleh.

Rincian struktur pendapatan ADMF menunjukkan dominasi dari segmen pembiayaan konsumen yang menyumbang Rp7,55 triliun. Selain itu, marjin murabahah memberikan kontribusi sebesar Rp1,71 triliun, diikuti oleh bagi hasil musyarakah mutanaqisah senilai Rp394,32 miliar, dan pendapatan dari sewa pembiayaan sebesar Rp421 miliar.

Dari sisi penyaluran pembiayaan, ADMF berhasil meningkatkan portofolio piutang. Piutang pembiayaan konsumen pihak ketiga tercatat sebesar Rp25,74 triliun, naik signifikan dari Rp23,9 triliun pada tahun sebelumnya. Segmen syariah juga menunjukkan performa solid dengan piutang pembiayaan murabahah mencapai Rp5,53 triliun dan piutang musyarakah sebesar Rp743,47 miliar.

Kondisi permodalan ADMF juga menunjukkan penguatan. Per Desember 2025, total aset perusahaan mencapai Rp38,52 triliun, sedikit meningkat dari Rp38,37 triliun pada akhir tahun 2024. Sementara itu, liabilitas tercatat sebesar Rp23,49 triliun dan ekuitas sebesar Rp15,03 triliun, menunjukkan struktur keuangan yang stabil. Demikian laporan Haluannews.id.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar